Kepekaan Indra Pemandu Ekowisata

0
156

Pemandu wisata alam diharapkan peka terhadap keadaan lingkungan. Memiliki indra pendengaran yang peka misalnya. Indra pendengaran di hutan selayaknya benar benar digunakan dengan waspada terhadap kemungkinan ada hal hal yang menarik serta suara suara di sekitar yang dapat menjadi bahan untuk diceritakan.

Pengenalan terhadap suara suara sangat penting bagi seorang pemandu ekowisata, seperti suara burung, suara primata, serta suara suara sesuatu yang tidak tampak (misalnya babi hutan, gesekan binatang dengan pohon, dahan jatuh, dsb). Seorang interpreter secepat mungkin dapat menterjemahkan suara itu kepada tamu yang dibawa. Suara apakah itu, apa kaitannya dengan lingkungan, suara kijang, suara owa, suara burung, orangutan, dsb.

Anda dapat mencoba untuk menerapkan perkenalan satwa dengan menggunakan pendengaran. Di dalam hutan banyak aneka suara yang saling sahut menyahut. Cobalah memberi instruksi pada peserta untuk duduk diam sekitar lima menit dan medengarkan suara-suara yang mirip tetapi berbeda. Kemudian tanyakan kepada mereka, ada beberapa jenis suara yang dikenal selama beberapa menit tersebut.

Indra penglihatan juga sangat penting saat melakukan pemanduan. Untuk itu, dalam perjalanan wisata alam atau interpreter sedapat mungkin sering melihat dan memperhatikan lingkungan, karena satwa di sekitar anda mungkin sedang “bersembunyi” saat melihat rombongan. Selain itu, ada beberapa satwa kecil seperti serangga, binatang melata, atau jamur yang menarik untuk diceritakan.

Selain fisik satwa, jangan lupa untuk mengenali “jejak-jejak” atau “tanda” yang ditinggalkan oleh satwa seperti kotoran yang masih ditemukan biji-bijian (musang), kotoran dengan rambut atau tulang yang hancur (kucing hutan/ular), buah yang setengah termakan juga dapat dikenali dari bekas gigitannya. Selain satwa, interpreter juga dapat menceritakan beragam tumbuhan di lokasi, jenis jenisnya, maupun kebutuhan tumbuhan itu sebagai pakan satwa.

Indra penciuman juga dapat menjadi bahan menarik untuk diminta kepada peserta agar ditajamkan saat melakukan perjalanan, bau bau tanaman hutan serta bau bau sisa kencing satwa adalah hal yang dapat dijelaskan kepada peserta.

TINGGALKAN KOMENTAR