Dua tahun pendampingan desa Labuhan Ratu 9, Labuhan Ratu 7 dan Braja Yekti : Program TFCA Sumatra

0
209

Pengantar
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tercatat memiliki luas 125.631,31 ha, terletak di bagian Tenggara Propinsi Lampung dan di bagian paling Timur berbatasan langsung dengan laut Jawa. Kawasan ini meliputi kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah dan Tulang Bawang. Ada 10 kecamatan dan 36 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Way Kambas
Ekosistem dan kekayaan keanekaragaman hayati Taman Nasional Way Kambas tergolong penting dan mewakili ekosistem dataran rendah di bentang alam Sumatera. TNWK dilalui oleh 3 sungai yang mengalir pada dataran relative datar dengan ketinggian tidak lebih dari 50 m dpl. TNWK memiliki ekosistem hutan dataran rendah, ekosistem rawa, mangrove dan pantai. Tercatat ada sekitar 286 jenis burung termasuk burung endemic, dan dihuni oleh mamalia besar yang terkenal seperti gajah, harimau, tapir, badak dan beruang.
Tiga desa dari 36 desa yang berbatasan langsung dengan TNWK saat ini menjadi lokasi dampingan oleh konsorsium YABI WCS dan YAPEKA, melalui program Penyelamatan Bentang Alam TNWK bagi Perlindungan Badak Sumatera TFCA (Tropical Forest Conservation Action). Desa yang menjadi lokasi dampingan adalah desa Labuan Ratu 7 dan Labuan Ratu 9 yang terletak di kecamatan Labuan Ratu dan desa Braja Yekti kecamatan Braja Selebah.
3 Desa Penyangga
Desa yang menjadi lokasi pendampingan adalah Labuhan Ratu 9, Labuhan Ratu 7 dan Braja Yekti. Luas desa Labuan Ratu 7 adalah 1010 ha, dengan jumlah penduduk 4.424 jiwa (2013). Luas desa di Labuan Ratu 9 adalah 820,29 ha, dengan jumlah penduduk 1.456 jiwa (2013), dan desa Braja Yekti memiliki luas wilayah 8.633 ha dengan jumlah penduduk 3.559 jiwa (2013). Data itu adalah data resmi dari kabupaten Lampung Timur. Program pendampingan yang dijalankan berkaitan dengan pengembangan ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan oleh masyarakat desa penyangga sesuai dengan potensi lingkungan di sekitar desa penyangga. Kegiatan yang dikembangkan dalam program adalah pelatihan, demplot, budidaya dan pembentukan kelompok wisata, kerajinan, pertanian alami dan perikanan. Dalam program juga diperkenalkan penerapan teknologi tepat guna untuk pembuatan biogas, pupuk dan pestisida. Ada beberapa desa di kecamatan Labuhan Ratu dan kecamatan Braja Selebah yang penting untuk terus mendapat perhatian. Beberapa pertimbangan yang diambil untuk 3 desa ini menjadi lokasi pendampingan program antara lain adalah letak desa yang berdekatan dengan pintu gerbang TNWK dan memiliki interaksi yang kuat antara Taman Nasional dengan kegiatan masyarakat, tingkat ancaman yang ditimbulkan dari interaksi masyarakat dengan kawasan konservasi yang masih cukup tinggi
@.Bambang Ryadi Soetrisno.