Workshop “Penguatan Keanekaragaman Hayati Lautan untuk Ekowisata”

0
991

Wilayah Sulawesi Utara merupakan salah satu kawasan dengan ekosistem laut terkaya di Indonesia, terdiri dari beragam terumbu karang, lamun yang sehat, serta ekosistem mangrove. Keanekaragaman hayati tersebut juga telah membuat daerah ini dijadikan tujuan wisata dan rekreasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya laut yang baik di wilayah ini, karena keankeragaman hayati tersebut juga mendapat ancaman eksploitasi sumber daya laut yang berlebihan dari pemangku kepentingan yang ada, serta kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Ancaman terhadap ekosistem laut tersebut perlu dibentengi dan mendapatkan perhatian khusus. Upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati laut telah dilaksanakan melalui pengembangan daerah perlindungan laut (DPL) di Sulawesi Utara, tetapi hanya sedikit DPL yang dikelola berkelanjutan oleh masyarakat setempat. Salah satu desa yang masih mempertahankan DPL adalah desa Bahoi di kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara.

Dukungan berbagai pihak dari lapisan masyarakat sangat penting, termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta Kabupaten Minahasa Utara agar terjalin konservasi laut dan pengembangan ekowisata berkelanjutan di wilayah ini, sehingga integrasi kebijakan tingkat nasional dan daerah saling bersinergi mendukung pengelolaan keanekaragaman hayati laut demi masa depan. Pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten harus proaktif untuk membantu masyarakat setempat membangun manajemen ekowisata yang lebih baik. Untuk mendapatkan kesamaan cara pandang dan implementasi di lapangan dalam pengelolaan wilayah pesisir melalui kegiatan ekowisata, telah dilangsungkan workshop yang melibatkan pihak pihak terkait pada pertengahan maret 2015 di Manado yang dihadiri oleh lebih dari 25 orang yang berasal dari Pemerintah, LSM, Masyarakat, Swasta, Universitas, serta Media. Workshop ini didukung oleh Environmental Technical Assitance and Information Exchange Facility (ENV-TAIEF)-UniEropa, Goodplanet, YAPEKA, PKSPL IPB, Mitra Bahari, DKP, Manengkel Solidaritas, Celebio.

Tujuan Workshop ini adalah sebagai sarana berbagi pengalaman mengenai manajemen keanekaragaman hayati laut dengan fokus khusus pada kebijakan ekowisata berbasis masyarakat; mengidentifikasi peluang untuk kolaborasi antara Pemerintah, LSM, Perguruan Tinggi, Sektor Swasta, dan Masyarakat; dan menentukan elemen kunci strategi peningkatan perlindungan keanekaragaman hayati laut yang mendukung mata pencaharian lokal dalam ekowisata.

Workshop ini menghadirkan pakar ekowisata dan DPL dari Uni Eropa (Belanda dan Italia) sebagai pembicara. Carlo Franzosini dari DPL Miramare dan Rene Henkens dari Universitas Wageningen berbagi pengalaman mereka, tentang pentingnya DPL yang didukung pemerintah, masyarakat, serta lembaga hukum, Kemudian tentang dampak kegiatan ekowisata yang ramah lingkungan, serta pengaruh positif terhadap masyarakat setempat, sehingga DPL dapat berkesinambungan kedepannya. Disisi lain, DKP Sulawsi Utara memaparkan tentang kegiatan yang dapat dilakukan untuk pengembangan wisata pesisir. Selanjutnya, YAPEKA & Mitra berbagi pengalaman tentang penguatan sumber daya kelautan di Sulawesi Utara melalui pengembangan dan perluasan DPL. Ekowisata terkait dengan DPL, sehingga perlu dikoordinasikan oleh pihak-pihak terkait untuk pengembangan jangka panjang. Pada akhir kegiatan workshop tersebut, dilakukan kunjungan lapangan serta berdiskusi dengan pemerintah desa terkait pengelola ekowisata dan DPL di Bahoi. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh DKP Priovinsi yang memiliki program pengembangan pesisir di daerah tersebut, sehingga dapat sejalan dengan perencanaan desa kedepannya. Setelah itu, kedua pakar tersebut menghadiri undang di kampus Universitas Sam Ratulangi untuk berbagi pengalaman dengan civitas akademika Ilmu Kelautan dan Perikanan. Acara tersebut mendapat sambutan positif, serta terlihat interaksi aktif antara peserta dan narasumber.

web-sulut2 web-sulut3 web-sulut1