Sikap Pemandu Ekowisata

0
220

Seorang pemandu wisata adalah penyambung lidah, penyampai informasi mengenai lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, pemandu dituntut untuk mengetahui dan paham betul keadaan serta permasalahan lingkungan di sekitarnya.

Bagi seorang pemandu wisata yang sudah berpengalaman, sudah mengunjungi berbagai lokasi atau telah membawa beragam wisatawan lokal maupun asing, apalagi pernah membawa rombongan peneliti, maka dia memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Kepekaan ini dapat timbul dengan pengetahuan yang baik serta pengalaman yang mumpuni.

Seorang pemandu wisata alam atau dapat juga disebut sebagai seorang interpreter (penterjemah alam), tidak jauh berbeda dengan pemandu umum. Namun interpreter lebih dari sekedar memandu, interpreter harus dapat menjelaskan sesuatu yang berkaitan dengan alam, timbal balik, hubungan antar mahluk yang satu dengan yang lainnya, tentunya pertanyaan pertanyaan seperti “mengapa hal itu terjadi?”, “bagaimana prosesnya?”, dan sebgainya.

Ada beberapa sikap yang penting dimiliki oleh seorang pemandu ekowisata, antara lain:

  1. Ikut menjaga keutuhan dan kelestarian lingkungan.
  2. Meningkatkan apresiasi wisatawan terhadap keanekaragaman hayati dan kebudayaan.
  3. Mengatur perjalanan (rombongan ataupun perorangan).
  4. Memberikan penjelsan tentang rencana perjalanan dalam kawasan.
  5. Menjelaskan berbagai objek atau spot yang dilalui
  6. Memberikan pertolongan kepada yang sakit atau saat terjadi kecelakaan saat di lokasi.
  7. Menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keamanan.

Ingat wisatawan yang datang, dan sedang dipandu ke hutan, ke alam, ataupun ke lingkungan masyarakat, bukan hanya membeli “paket” wisata yang anda tawarkan, akan tetapi mereka membeli “pengalaman” yang anda sajikan.

TINGGALKAN KOMENTAR