Alpukat, Si "Emas Hijau" yang Digemari Oleh Dunia

By in
3325
Alpukat, Si "Emas Hijau" yang Digemari Oleh Dunia

Buah Alpukat. Buah berwarna hijau kekuningan ini tidak asing dan sering kita jumpai di masakan-masakan sampai kudapan yang kita makan. Namun tahukah kawan bahwa buah ini kurang ramah lingkungan untuk dikultivasi?

Membutuhkan Banyak air

Alpukat adalah satu dari sekian Super-food bernutrisi yang banyak digemari di Amerika dan Eropa. Dia merupakan salah satu tanaman yang membutuhkan banyak sekali air. Salah satu kampanye hemat penggunaan air yang dilakukan oleh The Water Footprint Network menyebutkan bahwa 1 pohon setidaknya memerlukan 272 liter air dari mulai tumbuh sampai menghasilkan buah, dan setidaknya diperkirakan untuk menghasilkan buah seberat 1 kilogram, membutuhkan air paling tidak dua ribu liter air.

Menimbulkan Konflik di Masyarakat

Kelapa sawit tidak hanya satu-satunya tanaman yang menimbulkan konflik bagi masyarakat dan alam sekitarnya, alpukat merupakan salah satu contoh lainnya. Ambil contoh di Petorca. Petorca adalah daerah di Chile yang merupakan penghasil Alpukat terbesar di Latin Amerika. Ada setidaknya 16.000 hektar digunakan sebagai lahan alpukat. Ini lebih banyak dibandingkan era 90an, yaitu hanya 2.000 hektar.

Lahan alpukat di Petorca, Chile (sumber: Danwatch)

Tentunya akan lain ceritanya bila tanaman yang ditanam dan dikultivasi bukan pohon alpukat. Sebagai gambaran, buah alpukat setiap hektarnya memerlukan sekitar 100.000 liter air per harinya, setara dengan konsumsi air untuk 1.000 orang. Ketersediaan air tanah tidak akan mencukupi sehingga memerlukan sumber lainnya. Sungai-sungai di sekitar Petorca yang menjadi sumber air dan irigasi pertanian yang dulunya berlimpah air, sekarang kering dan berdebu akibat over eksploitasi air sungai oleh perkebunan alpukat. Sekarang masyarakat di Petorca menghadapi permasalahan pencemaran air dikarenakan pestisida yang meresap ke dalam tanah dan mencemari akuifer air disekitarnya. Permasalahan ini menarik perhatian pemerintah Chile. Mereka berupaya membantu dengan mengirimkan truk-truk berisi air setiap minggunya agar kebutuhan air masyarakat terpenuhi.

Komoditi Paling Digemari di Dunia

Menurut Statista, jumlah produksi buah alpukat di tahun 2018 adalah sebesar 5,58 metrik ton, bila dibandingkan dengan satu dekade terakhir, dimana tahun 2008 hanya 3,34 metrik ton, jumlahnya meningkat hampir 2 kalinya. Sedangkan menurut data Hass Avocado Board, untuk kuartal pertama tahun 2018 tercatat Amerika Serikat yang merupakan importir terbesar dengan jumlah 2.636 juta kilogram.

Peningkatan hasil produksi dan ekspor ini disebabkan oleh promosi-promosi gaya hidup sehat yang dilakukan para bintang-bintang film Hollywood, seperti contohnya Miley Cyrus yang bahkan mentato lengannya dengan buah ini. Alhasil, paparan para influencer ini berdampak pada permintaan pun semakin meningkat, terutama dari kalangan kaum millenial dan generasi z.

Memakan alpukat sebagai salah satu gaya hidup sehat dipopulerkan para artis-artis dan influencer sosial media. (sumber: pexels)

Akibat dari meningkatnya permintaan pasar akan alpukat menyebabkan perang geng di Meksiko. Perang geng ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mendominasi pasar dagang dan mereka menjulukinya sebagai Green Gold atau Emas Hijau. Geng bernama La Familia Michoacana menyingkirkan lawan-lawan gengnya sepuluh tahun lalu. Kemudian muncul geng The Knights Templar. Kedua geng ini saling memperebutkan lahan yang berujung pada pemerasan dan penculikan para petani. Alpukat di Meksiko mulai mengalahkan kepopuleran narkoba yang biasa menjadi komoditi dagang ilegal para kartel-kartel, dan sekarang pun mereka melirik alpukat sebagai komoditi alternatif. Selama permintaan pasar akan alpukat masih tinggi, kondisi ini akan terus bertahan untuk beberapa tahun ke depannya.

 

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
6Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Translate »