Dive Against Debris, Bersih-bersih Sampah Laut Ala "Divers"

By in ,
1224
Dive Against Debris, Bersih-bersih Sampah Laut Ala "Divers"

Pernahkah terpikirkan oleh kita ada berapa banyak sampah laut saat ini? Banyak dari kita yang saat ini mungkin belum menaruh cukup perhatian terhadap sampah yang selalu kita hasilkan setiap harinya. Hal ini dikarenakan anggapan dan pemikiran bahwa sampah yang kita hasilkan sudah bukan urusan kita lagi, atau sudah ada yang mengurusnya.

Jumlah populasi penduduk Indonesia berjumlah yang saat ini 264 juta dan semakin bertambah setiap tahunnya, membuat permasalahan sampah ini akan perlahan muncul ke permukaan. Dan tahukah kawan bahwa negara Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik laut terbesar kedua di dunia?

Klaim tersebut bukan tanpa dasar. Menurut ekowatch, data menunjukkan ada sekitar 8 juta ton plastik yang dibuang ke laut setiap tahunnya, atau sekitar satu truk berisi penuh plastik per menitnya . Kemudian hal tersebut didukung oleh data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik, dimana negara kita menumpuk 64 juta ton sampah per tahunnya, dengan 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Upaya Bersih-bersih Laut Ala Divers

Jumlah sampah plastik yang dibuang di laut saat ini mengundang perhatian dan simpati teman-teman pemerhati lingkungan. Terutama bagi para komunitas penyelam (diving). Diprakarsai oleh organisasi selam, PADI Divers dengan lembaga sosialnya bernama Project Aware, mengadakan kegiatan selam peduli lingkungan berjudul Dive Against Debris tanggal 2 Maret 2019 silam.

Kegiatan Dive Against Debris ini merupakan upaya para komunitas penyelam lainnya di dalam mengurangi jumlah sampah plastik di laut sekitar pantai Manado. Kegiatan ini dikoordinir oleh salah seorang fasilitator dari Perkumpulan YAPEKA, Efra Wantah. Kegiatan bersih-bersih laut ini dilakukan oleh para penyelam-penyelam di Manado dengan peralatan scuba.

Pengambilan sampah plastik di laut (foto: Efra Wantah, Perkumpulan YAPEKA)

Penyelaman dilakukan selama 45 menit dengan jangkauan seluas 200 meter di area sekitar terumbu karang. Penyelaman dilakukan di sekitar lokasi Boboca House Reef, Malalayang Kota Manado. Sekitar 8 penyelam ikut berpartisipasi di dalam kegiatan ini.

Pada akhir kegiatan ini, berhasil dikumpulkan 70 unit sampah diangkut dari dasar laut. Mayoritas jenis sampah yang diangkut rata-rata merupakan jenis makanan dan plastik bungkus sabun.

Sebagian dari jumlah sampah yang dikumpulkan (foto: Efra Wantah, Perkumpulan YAPEKA)

Bagi para divers yang terlibat dalam kegiatan ini, mereka berharap penyelam lainnya juga melakukan hal yang sama. Mereka berharap agar kesadaran masyarakat meningkat terutama di dalam hal menjaga kelestarian dan kebersihan laut.

Sedangkan masyarakat sekitarnya menanggapi kegiatan ini secara positif. Hal ini tentu membawa manfaat bagi para nelayan dan para pedagang di sekitar lokasi wisata kuliner di Malalayang, Kota Manado.

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Translate »