Dugong Ditemukan Terdampar di Bahoi, Sulawesi Utara

By in ,
22
Dugong Ditemukan Terdampar di Bahoi, Sulawesi Utara

Pada tanggal 29 Maret 2019 kemarin, Tim Perkumpulan YAPEKA mendapatkan berita penemuan seekor dugong (Dugong dugon) terdampar mati di perairan sekitar Desa Bahoi. Penemuan dugong terdampar ini pertama kali oleh seorang nelayan Desa Bahoi bernama Freki Lahamandu.

Penemuan tidak sengaja ini terjadi sekitar pukul 06.00 WITA dimana Freki sedang melakukan aktivitas rutinnya sebagai nelayan. Freki langsung memberitahu Dolfiance Lahading yang akrab dipanggil Opie, warga lainnya yang juga merupakan rekan kami di lapangan.

Opie pun meneruskan berita tersebut kepada Ami Raini Putriraya, Project Site Manager Perkumpulan YAPEKA di Sulawesi Utara. Mendapatkan berita mengejutkan tersebut, tim langsung berangkat menuju lokasi.

Sesampainya di lokasi, tim langsung melakukan pengukuran dan pengambilan dokumentasi terhadap jasad dugong tersebut. Diketahui dugong tersebut berkelamin jantan dengan panjang sekitar 2,5 meter. Tim Perkumpulan YAPEKA di lapangan kemudian meneruskan berita penemuan tersebut kepada Balai Pengelola Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Manado untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tim BPSPL melakukan pemeriksaan terhadap dugong jantan yang berukuran 2,5 meter ini. Namun tidak ditemukan adanya luka-luka bekas penyiksaan maupun luka bekas jaring nelayan. Pengambilan sampel seperti daging dan organ dalam dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium demi mencari sebab matinya dugong jantan tersebut.

Setelah pemeriksaan dilakukan, bersama-sama dengan warga, Tim Perkumpulan YAPEKA dan BPSPL menguburkan jasad dugong jantan tersebut.

Desa Bahoi di Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara merupakan area dimana spesies Dugong dugon sering melintas. Di area tersebut juga merupakan feeding ground bagi para dugong yang sehari-hari memakan lamun.

Mamalia Dugong dugon sendiri masuk ke dalam daftar merah IUCN dengan kategori rentan (vulnerable). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memasukkan dugong ke dalam satwa yang dilindungi dalam Peraturan Menteri LHK No. P. 92/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Translate »