Dugong Sang Mamalia Laut Herbivor

By in , ,
20
Dugong Sang Mamalia Laut Herbivor

Dugong atau biasa juga dikenal Duyung adalah salah satu jenis mamalia laut herbivora dan anggota Sirenia atau sapi laut. Dijumpai diperairan tropis yang tersebar diberbagai penjuru dunia seperti Indo Pasifik, Afrika Timur hingga Kepulauan Solomon. Di Indonesia Dugong dapat ditemukan seperti di Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera, Maluku, barat laut dan tenggara Jawa, pantai selatan Jawa Timur dan pantai selatan Kalimantan. 

Gambar 1. Sebaran Dugong di sekitar perairan Indonesia (IUCN Redlist)

Mamalia herbivor ini membutuhkan kawasan jelajah yang luas, perairan dangkal serta tenang, seperti di kawasan teluk dan hutan bakau sebagai area je. Dugong memiliki panjang sekitar 2,4 – 3 meter dengan berat 230 – 930 kg. Hewan ini terlahir dengan warna krem pucat, seiring bertambahnya usia warnanya akan menjadi lebih gelap hingga abu-abu gelap di bagian punggung. Seekor dugong dapat hidup selama 40-70 tahun. Sebagai hewan herbivora, Dugong menghabiskan waktu untuk makan di padang lamun. Jenis lamun yang dikonsumi oleh dugong berasal dari genus halodule, halophila, dan cymodecea (https://kkp.go.id/djprl/lpsplsorong/page/1912-dugong).

Gambar 2. Infografis Dugong (Dugong dugon).

Hal ini menjadikan Dugong sebagai bio-indikator kondisi padang lamun, karena spesies ini hanya tinggal di wilayah padang lamun yang berkondisi baik. Dugong dapat makan pada waktu malam ataupun siang hari. Saat makan dugong, cendrerung menggunakan lubang hidung dan bibirnya untuk menggali lumpur atau mencabut lamun. Lumpur yang melekat pada lamun dibersihkan dengan menyemburkan tanaman kemudian ditelan. Pergerakan dugong yang lambat menyebabkannya mudah terjerat jaring nelayan. Berbeda dengan lumba-lumba, dugong cenderung menghindari pertemuan dengan manusia.

Gambar 3. Beberapa jenis lamun yang menjadi sumber makanan Dugong.

Ancaman terhadap Dugong bervariasi antara populasi yang berbeda seperti yang dirinci dalam Marsh et al. (2011) dan Hines dkk. (2012). Ancaman utama meliputi:

  • Penangkapan yang tidak disengaja pada alat tangkap (misalnya jaring insang), jaring ikan hiu untuk perlindungan bather
  • Berburu: legal (yaitu sanksi budaya) dan ilegal
  • Kerusakan / modifikasi / hilangnya habitat yang disebabkan oleh pemukiman manusia di pesisir pantai, pelayaran, perikanan penghancur trawl, proses alami
  • Ancaman terhadap padang lamun (termasuk pembuangan limbah yang tidak diobati, pengerukan dan reklamasi pesisir, trawl darat komersial, polusi pertanian
  • Polusi kimia (misalnya tumpahan minyak dan muatan logam berat)
  • Perubahan iklim (kejadian cuaca ekstrem dan suhu tinggi) (https://kkp.go.id/djprl/lpsplserang/artikel/24094-dugong-sering-disebut-duyung-benarkah).

54321
(0 votes. Average 0 of 5)
Translate »