{"id":12057,"date":"2025-10-17T16:14:21","date_gmt":"2025-10-17T09:14:21","guid":{"rendered":"https:\/\/yapeka.or.id\/?p=12057"},"modified":"2025-10-17T16:14:22","modified_gmt":"2025-10-17T09:14:22","slug":"konservasi-tarsius-sangihe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/konservasi-tarsius-sangihe\/","title":{"rendered":"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Menjaga Krabuku Sangihe: Upaya Konservasi Primata Mungil Endemik yang Terancam Punah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Tarsius sangirensis<\/em> atau krabuku sangihe merupakan primata mungil endemik yang hanya ditemukan di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Berdasarkan <em>IUCN Red List<\/em> (Shekelle, 2020), status konservasinya saat ini termasuk Endangered (Terancam Punah). Artinya, spesies ini menghadapi risiko tinggi untuk punah di alam liar. Di Indonesia, perlindungannya diperkuat oleh Permen LHK No. P.106\/MENLHK\/SETJEN\/KUM.1\/12\/2018, yang menegaskan bahwa tarsius adalah satwa yang dilindungi secara penuh.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-Sangihe-2-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12065\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-Sangihe-2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-Sangihe-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-Sangihe-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-Sangihe-2-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-Sangihe-2-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-Sangihe-2-18x12.jpg 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><sub>Gambar 1. Tarsius sangirensis (nama lokal: Pesi\/Sanggasi\/Higo). (Doc. Syaihu\/YAPEKA)<\/sub><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Menariknya, tarsius ini memiliki beberapa nama lokal. Di Kecamatan Tamako, masyarakat menyebutnya \u201cPesi\u201d atau \u201cHigo\u201d, sedangkan di wilayah Tahuna dikenal dengan sebutan \u201cSanggasi.\u201d Keanekaragaman nama ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan masyarakat dengan satwa kecil nokturnal ini, satu spesies dengan banyak makna lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun dikenal luas di Sangihe, tarsius sangirensis hanya hidup di kawasan terbatas di Pulau Sangihe Besar. Kondisi ini membuatnya sangat rentan terhadap perubahan lingkungan dan alih fungsi lahan. Transformasi kawasan hutan dan fragmentasi habitat menyebabkan populasi tarsius semakin terisolasi, sehingga mengurangi peluang reproduksi alami dan meningkatkan risiko kepunahan lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, ketergantungan yang tinggi dari tarsius terhadap struktur vegetasi, terutama ketersediaan pohon untuk berlindung dan mencari makan, menjadikan spesies ini sangat sensitif terhadap perubahan ekosistem. Oleh karena itu, upaya konservasi habitat dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan populasi krabuku sangihe di alam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><a><\/a><strong>Program Fonseca: Kolaborasi untuk Konservasi Primata<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sejak awal tahun 2025, Program Konservasi Tarsius Sangihe dilaksanakan di Desa Ulupeliang dan Lelipang, wilayah penting dari Kawasan Keanekaragaman Hayati Gunung Sahendaruman. Program ini didukung oleh Fonseca Species Conservation Fund dan Re:wild, serta dijalankan melalui kolaborasi antara YAPEKA dan Perkumpulan Sampiri.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"904\" height=\"596\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12062\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-1.png 904w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-1-300x198.png 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-1-768x506.png 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-1-18x12.png 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><sub>Gambar 2. Tim pengambilan data lapangan (Dok. YAPEKA)<\/sub><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Tujuan utamanya adalah melindungi populasi tarsius melalui kombinasi riset ekologi dan sosial. Dengan pendekatan ini, program tidak hanya memahami perilaku dan habitat tarsius, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk turut menjaga keberlanjutan ekosistemnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><a><\/a><strong>Survei Sosial dan Ekologi<\/strong><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"292\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-2-1024x292.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12063\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-2-1024x292.jpg 1024w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-2-300x86.jpg 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-2-768x219.jpg 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-2-1536x439.jpg 1536w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-2-18x5.jpg 18w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-2.jpg 2021w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><sub>Gambar 3. KAP survei dan PLUP (Dok. YAPEKA)<\/sub><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Pada Agustus 2025, tim melakukan survei sosial dengan pendekatan KAP <em>(Knowledge,&nbsp; Attitude, and Practice) <\/em>serta PLUP <em>(Participatory Land Use Planning) <\/em>untuk mempelajari interaksi dan persepsi masyarakat terhadap tarsius dan habitatnya. Kami juga melakukan survei ekologi untuk mengidentifikasi populasi, distribusi, sumber pakan, dan kondisi mikrohabitat tarsius.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"668\" height=\"420\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12064\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-3.jpg 668w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-3-300x189.jpg 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-3-18x12.jpg 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 668px) 100vw, 668px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><sub>Gambar 4. Pemasangan alat rekam bioakustik Swift One, inisiatif tamnbahan dalam survei ekologi (Dok. YAPEKA).<\/sub><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Selanjutnya, dilakukan survei ekologi untuk mengidentifikasi populasi, distribusi, sumber pakan, dan kondisi mikrohabitat tarsius. Pengamatan lapangan dilakukan pagi dan sore dengan menggunakan transek di Desa Ulupeliang dan Lelipang. Selain itu, tim juga berinisiatif memasang alat rekam bioakustik Swift One untuk mendeteksi aktivitas vokalisasi tarsius secara pasif.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil survei menunjukkan bahwa tarsius banyak ditemukan di area peralihan\/koridor dan dekat permukiman, dengan asosiasi kuat terhadap pohon sagu. Di Ulupeliang, tarsius sering dijumpai di pohon setinggi 1\u2013 4 meter, sedangkan di Lelipang cenderung berada di pohon di atas 10 meter. Temuan ini menunjukkan adanya adaptasi ekologis terhadap predator alami, seperti ular viper pohon dan piton yang juga ditemukan di lokasi survei.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain serangga seperti belalang daun dan jangkrik sebagai pakan utama, tarsius juga memakan buah Ficus sp., menandakan variasi sumber pakan yang cukup beragam. Menariknya, rekaman bioakustik mencatat vokalisasi tarsius aktif sekitar pukul 04.00 pagi dan 17.00 sore, waktu khas aktivitas mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><a><\/a><strong>Langkah Selanjutnya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ke depan, tim akan memperkuat monitoring berbasis masyarakat dan mendorong kebijakan konservasi di tingkat desa. Salah satu langkah strategisnya adalah mendorong KEPAK (Kesepakatan Aksi Konservasi) menjadi Peraturan Desa. Sehingga perlindungan tarsius dan habitatnya memiliki dasar hukum yang kuat di tingkat lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa konservasi tarsius bukan hanya program sementara, melainkan gerakan berkelanjutan yang menyatukan sains, masyarakat, dan kebijakan untuk menjaga primata mungil endemik Sangihe tetap lestari di habitat alaminya. (Arindra\/Yapeka)<\/p>\n\n\n\n<p>Reference:<\/p>\n\n\n\n<p>Matta, F. P. D. 2015. Komunitas <em>Tarsius sangirensis <\/em>di Pulau Sangihe Besar, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>Shekelle, M. 2020. <em>Tarsius sangirensis<\/em>. <em>The IUCN Red List of Threatened Species<\/em> 2020: e.T21493A17977351. <a href=\"https:\/\/dx.doi.org\/10.2305\/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T21493A17977351.en\">https:\/\/dx.doi.org\/10.2305\/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T21493A17977351.en<\/a>. Accessed on 17 October 2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Wirdateti. 2005. Pakan Alami dan Habitat Kukang (<em>Nycticebus coucang<\/em>) dan Tarsius (<em>Tarsius bancanus<\/em>) di Kawasan Hutan Pasir Panjang, Kalimantan Tengah. Jurnal Biologi Indonesia III(9): 360-370.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjaga Krabuku Sangihe: Upaya Konservasi Primata Mungil Endemik yang Terancam Punah Tarsius sangirensis atau krabuku sangihe merupakan primata mungil endemik yang hanya ditemukan di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Berdasarkan IUCN Red List (Shekelle, 2020), status konservasinya saat ini termasuk Endangered (Terancam Punah). Artinya, spesies ini menghadapi risiko tinggi untuk punah di alam liar. Di Indonesia, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":12065,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,116],"tags":[380,378,376,382,381,377,379,375],"ppma_author":[302],"class_list":["post-12057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-program-terestrial","category-yapeka","tag-fonseca-species-conservation-fund","tag-keanekaragaman-hayati-sulawesi","tag-konservasi-satwa-endemik","tag-primata-indonesia","tag-rewild","tag-satwa-terancam-punah","tag-survei-sosial-ekologi","tag-tarsius-sangihe"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe - Rumah Yapeka<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Upaya konservasi Tarsius Sangihe melalui survei sosial-ekologi di Gunung Sahendaruman, kolaborasi YAPEKA dan Sampiri untuk lindungi primata endemik Sulawesi Utara.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/konservasi-tarsius-sangihe\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_GB\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe - Rumah Yapeka\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Upaya konservasi Tarsius Sangihe melalui survei sosial-ekologi di Gunung Sahendaruman, kolaborasi YAPEKA dan Sampiri untuk lindungi primata endemik Sulawesi Utara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/konservasi-tarsius-sangihe\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-17T09:14:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-17T09:14:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-Sangihe-2-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1708\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@rumahyapeka\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimated reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5\"},\"headline\":\"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe\",\"datePublished\":\"2025-10-17T09:14:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-17T09:14:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/\"},\"wordCount\":684,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"Fonseca Species Conservation Fund\",\"Keanekaragaman Hayati Sulawesi\",\"Konservasi satwa endemik\",\"Primata Indonesia\",\"Re:wild\",\"Satwa Terancam Punah\",\"Survei Sosial Ekologi\",\"Tarsius sangihe\"],\"articleSection\":[\"Program Terestrial\",\"Yapeka\"],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/\",\"name\":\"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe - Rumah Yapeka\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-10-17T09:14:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-17T09:14:22+00:00\",\"description\":\"Upaya konservasi Tarsius Sangihe melalui survei sosial-ekologi di Gunung Sahendaruman, kolaborasi YAPEKA dan Sampiri untuk lindungi primata endemik Sulawesi Utara.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"description\":\"lembaga non-profit yang bergerak dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png\",\"width\":250,\"height\":300,\"caption\":\"Rumah Yapeka\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rumah.yapeka\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/image\/8443f41f2d755c6161f3a6a1a3986b23\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rumah Yapeka\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\",\"@rumah.yapeka\",\"https:\/\/twitter.com\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCZA2AAOoziUsn9RrY93f_bg\",\"https:\/\/www.tumblr.com\/blog\/view\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@rumahyapeka\"],\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/author\/yapekakita\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe - Rumah Yapeka","description":"Upaya konservasi Tarsius Sangihe melalui survei sosial-ekologi di Gunung Sahendaruman, kolaborasi YAPEKA dan Sampiri untuk lindungi primata endemik Sulawesi Utara.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/konservasi-tarsius-sangihe\/","og_locale":"en_GB","og_type":"article","og_title":"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe - Rumah Yapeka","og_description":"Upaya konservasi Tarsius Sangihe melalui survei sosial-ekologi di Gunung Sahendaruman, kolaborasi YAPEKA dan Sampiri untuk lindungi primata endemik Sulawesi Utara.","og_url":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/konservasi-tarsius-sangihe\/","og_site_name":"Rumah Yapeka","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","article_published_time":"2025-10-17T09:14:21+00:00","article_modified_time":"2025-10-17T09:14:22+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1708,"url":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Tarsius-Sangihe-2-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rumah Yapeka","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@rumahyapeka","twitter_misc":{"Written by":"Rumah Yapeka","Estimated reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/"},"author":{"name":"Rumah Yapeka","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5"},"headline":"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe","datePublished":"2025-10-17T09:14:21+00:00","dateModified":"2025-10-17T09:14:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/"},"wordCount":684,"publisher":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization"},"keywords":["Fonseca Species Conservation Fund","Keanekaragaman Hayati Sulawesi","Konservasi satwa endemik","Primata Indonesia","Re:wild","Satwa Terancam Punah","Survei Sosial Ekologi","Tarsius sangihe"],"articleSection":["Program Terestrial","Yapeka"],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/","name":"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe - Rumah Yapeka","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#website"},"datePublished":"2025-10-17T09:14:21+00:00","dateModified":"2025-10-17T09:14:22+00:00","description":"Upaya konservasi Tarsius Sangihe melalui survei sosial-ekologi di Gunung Sahendaruman, kolaborasi YAPEKA dan Sampiri untuk lindungi primata endemik Sulawesi Utara.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/konservasi-tarsius-sangihe\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yapeka.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Survei Sosial-Ekologi, Langkah Awal Menjaga Tarsius Sangihe"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#website","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","name":"Rumah Yapeka","description":"lembaga non-profit yang bergerak dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam","publisher":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yapeka.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization","name":"Rumah Yapeka","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png","contentUrl":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png","width":250,"height":300,"caption":"Rumah Yapeka"},"image":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","https:\/\/www.instagram.com\/rumah.yapeka"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5","name":"Rumah Yapeka","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/image\/8443f41f2d755c6161f3a6a1a3986b23","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rumah Yapeka"},"sameAs":["https:\/\/yapeka.or.id\/","https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","@rumah.yapeka","https:\/\/twitter.com\/rumahyapeka","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCZA2AAOoziUsn9RrY93f_bg","https:\/\/www.tumblr.com\/blog\/view\/rumahyapeka","https:\/\/www.tiktok.com\/@rumahyapeka"],"url":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/author\/yapekakita\/"}]}},"authors":[{"term_id":302,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"yapekakita","display_name":"Rumah Yapeka","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","first_name":"Rumah","last_name":"YAPEKA","user_url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12057"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12068,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12057\/revisions\/12068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12057"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=12057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}