{"id":12445,"date":"2026-04-29T09:00:00","date_gmt":"2026-04-29T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/yapeka.or.id\/?p=12445"},"modified":"2026-04-30T10:03:16","modified_gmt":"2026-04-30T03:03:16","slug":"workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/","title":{"rendered":"Workshop \u2018Update Perkembangan Science Seagrass dan Dugong di Indonesia\u2019: Perkuat Dasar Ilmiah dan Kolaborasi Konservasi"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: YAPEKA<\/p>\n\n\n\n<p>Lamun Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam upaya konservasi dugong di tingkat regional maupun global. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang luas dan sebaran padang lamun yang mencapai 660.156 hektar (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025), Indonesia diperkirakan menjadi salah satu habitat utama dugong (<em>Dugong dugon<\/em>) di kawasan Indo-Pasifik. Berbagai temuan lapangan di wilayah seperti Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua menunjukkan bahwa keberadaan dugong masih dapat ditemukan secara konsisten, meskipun data populasi nasional saat ini masih memerlukan pembaruan dan standardisasi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"582\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-7-1024x582.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12447\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-7-1024x582.webp 1024w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-7-300x170.webp 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-7-768x436.webp 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-7-18x10.webp 18w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-7.webp 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><sub>Keterangan Foto: <em>E. acoroides, T. hemprichii S. isoetifolium<\/em> (kiri), <em>H. spinulosa<\/em> (kanan atas) dan <em>H. ovalis<\/em> (kanan bawah). <\/sub><br><sub>\u00a9 YAPEKA<\/sub><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Dugong sangat bergantung pada ekosistem padang lamun sebagai sumber pakan utama. Padang lamun berfungsi sebagai feeding ground sekaligus ruang jelajah penting, dengan jenis yang dikonsumsi terbatas pada genus tertentu seperti Halophila, Halodule, dan Cymodocea. Oleh sebab itu, kondisi lamun berpengaruh langsung terhadap kelangsungan hidup dugong. Padang lamun juga merupakan salah satu ekosistem pesisir paling produktif. Lamun berperan dalam penyerapan karbon biru, perlindungan garis pantai, serta mendukung produktivitas perikanan. Dengan fungsi tersebut, lamun tidak hanya penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga bagi ketahanan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p>Di Indonesia, pengelolaan lamun tidak hanya berdampak secara nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap populasi dugong di tingkat regional. Hal ini dikarenakan status Asia Tenggara sebagai penyumbang porsi signifikan terhadap populasi dugong dunia beserta habitatnya. Letak Indonesia di persimpangan samudera menjadikannya jalur penting migrasi dan pertukaran genetik megafauna laut termasuk dugong, sehingga menempatkan Indonesia sebagai aktor kunci dalam kerjasama konservasi dugong di tingkat regional maupun global.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-2-1024x682.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12446\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-2-1024x682.webp 1024w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-2-300x200.webp 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-2-768x512.webp 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-2-18x12.webp 18w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-2.webp 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><sub>Keterangan Foto: <em>Keynote speaker <\/em>oleh Sarmintohadi, S.Pi., M.Si, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. \u00a9 YAPEKA<\/sub><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Dalam rangka memperkuat upaya konservasi tersebut, YAPEKA bersama CMS-Dugong MoU menyelenggarakan Workshop \u201cUpdate Perkembangan Science Seagrass dan Dugong di Indonesia\u201d yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat pada 17 April 2026 lalu. Workshop ini menjadi ruang diskusi sekaligus integrasi kolaborasi lintas sektor dengan dipaparkannya langkah Indonesia ke depan dalam implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Dugong dan Lamun 2026 &#8211; 2029 oleh Setiono dari Direktorat Konservasi Spesies &amp; Genetik, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bergabung secara daring, Abdelmenam Mohamed dan Philippa Loates selaku perwakilan CMS-Dugong MoU turut memaparkan perkembangan konservasi dugong dunia serta mendorong peran Indonesia dalam inisiatif global, termasuk potensi keterlibatan dalam CMS Dugong MoU.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"268\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-3.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12448\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-3.webp 960w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-3-300x84.webp 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-3-768x214.webp 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-3-18x5.webp 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><sub>Keterangan Foto: Perwakilan CMS-Dugong MoU Abdelmenam Mohamed dan Philippa Loates yang hadir secara daring. <\/sub><br><sub>\u00a9 YAPEKA<\/sub><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Pemaparan juga mencakup temuan teranyar riset dugong dan lamun di Indonesia oleh Akbar Ario Digdo selaku CEO YAPEKA, meliputi studi genetik, distribusi sebaran dugong dan lamun di Indonesia, pemanfaatan drone untuk pemantauan populasi lokal, penggunaan hydromoth untuk memetakan pola perilaku dugong, serta teridentifikasinya spesies lamun baru di Indonesia akhir-akhir ini. Dari sisi inisiatif lapangan, Mikaela Clarissa, Founder Tamang Dugong, memaparkan pendekatan edukatif menyenangkan yang telah dilakukan Tamang Dugong, termasuk pengembangan metode permainan dan penciptaan ruang dialog inklusif yang mudah diakses masyarakat, sebagai upaya penyadartahuan. Selain itu, diperkenalkan juga JumpaDugong, platform citizen science hasil kolaborasi YAPEKA dan Tamang Dugong, untuk memetakan perjumpaan dugong di Indonesia melalui pendekatan partisipatif, baik dalam keadaan hidup maupun terdampar.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"742\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-4.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-12449\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-4.webp 960w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-4-300x232.webp 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-4-768x594.webp 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-4-16x12.webp 16w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><sub>Keterangan Foto: Pemaparan materi workshop oleh Direktorat Konservasi Spesies &amp; Genetik, DJPK, KKP; YAPEKA; dan Tamang Dugong. \u00a9 YAPEKA<\/sub><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Diskusi yang berlangsung menjadi dasar dalam merumuskan langkah tindak lanjut, baik dalam penguatan data, pengelolaan ekosistem, maupun kolaborasi lintas sektor dan negara. Di samping itu, diskusi juga mendorong adanya inisiasi untuk pembentukan forum dugong Indonesia yang didukung peran aktif pemerintah pusat serta seluruh CSO\/NGO yang bergerak aktif dalam kegiatan pesisir. Melalui upaya ini, diharapkan pengelolaan konservasi dugong dan lamun di Indonesia dapat menjadi semakin kuat, tidak hanya sebagai langkah nyata untuk memastikan keberlanjutan populasi dugong di masa mendatang, tetapi juga sebagai strategi mitigasi perubahan iklim.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: YAPEKA Lamun Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam upaya konservasi dugong di tingkat regional maupun global. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang luas dan sebaran padang lamun yang mencapai 660.156 hektar (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025), Indonesia diperkirakan menjadi salah satu habitat utama dugong (Dugong dugon) di kawasan Indo-Pasifik. Berbagai temuan lapangan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":12450,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"ppma_author":[302],"class_list":["post-12445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Workshop Dugong Indonesia 2026: Riset Terbaru dan Upaya Konservasi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Workshop dugong dan lamun Indonesia 2026 bahas riset terbaru, RAN 2026\u20132029, dan kolaborasi global untuk memperkuat konservasi pesisir.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_GB\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Workshop Dugong Indonesia 2026: Riset Terbaru dan Upaya Konservasi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Workshop dugong dan lamun Indonesia 2026 bahas riset terbaru, RAN 2026\u20132029, dan kolaborasi global untuk memperkuat konservasi pesisir.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-29T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-30T03:03:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-5.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"759\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@rumahyapeka\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimated reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5\"},\"headline\":\"Workshop \u2018Update Perkembangan Science Seagrass dan Dugong di Indonesia\u2019: Perkuat Dasar Ilmiah dan Kolaborasi Konservasi\",\"datePublished\":\"2026-04-29T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-30T03:03:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/\"},\"wordCount\":628,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Umum\"],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/\",\"name\":\"Workshop Dugong Indonesia 2026: Riset Terbaru dan Upaya Konservasi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-04-29T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-30T03:03:16+00:00\",\"description\":\"Workshop dugong dan lamun Indonesia 2026 bahas riset terbaru, RAN 2026\u20132029, dan kolaborasi global untuk memperkuat konservasi pesisir.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Workshop \u2018Update Perkembangan Science Seagrass dan Dugong di Indonesia\u2019: Perkuat Dasar Ilmiah dan Kolaborasi Konservasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"description\":\"lembaga non-profit yang bergerak dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png\",\"width\":250,\"height\":300,\"caption\":\"Rumah Yapeka\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rumah.yapeka\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/image\/8443f41f2d755c6161f3a6a1a3986b23\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rumah Yapeka\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\",\"@rumah.yapeka\",\"https:\/\/twitter.com\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCZA2AAOoziUsn9RrY93f_bg\",\"https:\/\/www.tumblr.com\/blog\/view\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@rumahyapeka\"],\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/author\/yapekakita\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Workshop Dugong Indonesia 2026: Riset Terbaru dan Upaya Konservasi","description":"Workshop dugong dan lamun Indonesia 2026 bahas riset terbaru, RAN 2026\u20132029, dan kolaborasi global untuk memperkuat konservasi pesisir.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/","og_locale":"en_GB","og_type":"article","og_title":"Workshop Dugong Indonesia 2026: Riset Terbaru dan Upaya Konservasi","og_description":"Workshop dugong dan lamun Indonesia 2026 bahas riset terbaru, RAN 2026\u20132029, dan kolaborasi global untuk memperkuat konservasi pesisir.","og_url":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/","og_site_name":"Rumah Yapeka","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","article_published_time":"2026-04-29T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-04-30T03:03:16+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":759,"url":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Workshop-SSFA-5.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Rumah Yapeka","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@rumahyapeka","twitter_misc":{"Written by":"Rumah Yapeka","Estimated reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/"},"author":{"name":"Rumah Yapeka","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5"},"headline":"Workshop \u2018Update Perkembangan Science Seagrass dan Dugong di Indonesia\u2019: Perkuat Dasar Ilmiah dan Kolaborasi Konservasi","datePublished":"2026-04-29T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-04-30T03:03:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/"},"wordCount":628,"publisher":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization"},"articleSection":["Umum"],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/","name":"Workshop Dugong Indonesia 2026: Riset Terbaru dan Upaya Konservasi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#website"},"datePublished":"2026-04-29T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-04-30T03:03:16+00:00","description":"Workshop dugong dan lamun Indonesia 2026 bahas riset terbaru, RAN 2026\u20132029, dan kolaborasi global untuk memperkuat konservasi pesisir.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/workshop-dugong-lamun-indonesia-2026-konservasi-riset\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yapeka.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Workshop \u2018Update Perkembangan Science Seagrass dan Dugong di Indonesia\u2019: Perkuat Dasar Ilmiah dan Kolaborasi Konservasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#website","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","name":"Rumah Yapeka","description":"lembaga non-profit yang bergerak dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam","publisher":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yapeka.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization","name":"Rumah Yapeka","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png","contentUrl":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png","width":250,"height":300,"caption":"Rumah Yapeka"},"image":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","https:\/\/www.instagram.com\/rumah.yapeka"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5","name":"Rumah Yapeka","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/image\/8443f41f2d755c6161f3a6a1a3986b23","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rumah Yapeka"},"sameAs":["https:\/\/yapeka.or.id\/","https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","@rumah.yapeka","https:\/\/twitter.com\/rumahyapeka","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCZA2AAOoziUsn9RrY93f_bg","https:\/\/www.tumblr.com\/blog\/view\/rumahyapeka","https:\/\/www.tiktok.com\/@rumahyapeka"],"url":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/author\/yapekakita\/"}]}},"authors":[{"term_id":302,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"yapekakita","display_name":"Rumah Yapeka","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","first_name":"Rumah","last_name":"YAPEKA","user_url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12445"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12445\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12452,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12445\/revisions\/12452"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12450"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12445"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=12445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}