{"id":7877,"date":"2021-10-31T11:36:58","date_gmt":"2021-10-31T04:36:58","guid":{"rendered":"https:\/\/yapeka.or.id\/?p=7877"},"modified":"2021-10-31T11:37:05","modified_gmt":"2021-10-31T04:37:05","slug":"wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/","title":{"rendered":"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/FB_IMG_1593864472145.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7927\" width=\"560\" height=\"418\"\/><figcaption>Kallaba Madja, sumber: Penggiatliterasi.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kelabba\nMadja adalah tebing batu eksotis yang terbentuk secara alami selama puluhan\nbahkan ratusan tahun. Saat berkunjung ke lokasi ini, wisatawan akan disuguhi\ndengan pemandangan tebing batu berwarna &#8211; warni. Dari kota Seba berjarak 35 Km,\ndari ibu kota Kabupaten Sabu Raijua, wisatawan bisa menggunakan mobil selama\nkurang lebih dua jam. Namun jangan khawatir, kondisi jalan tergolong baik dan\nbanyak pemandangan menarik yang bisa dinikmati. Sepanjang jalan menuju Kelabba\nMadja, wisatawan disuguhi dengan pemandangan pantai pasir putih dan laut yang\njernih, rumah &#8211; rumah tradisional masyarakat Sabu Raijua dan juga perbukitan\nkhas Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2018, Kelabba Madja menjadi pemenang\nAnugerah Pesona Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk\nkategori Surga Tersembunyi Paling Populer. <\/p>\n\n\n\n<p>Di puncak bukit terdapat 3\nbatu yang melambangkan ayah, ibu dan anak dikenal dengan sebutan masyarakat\nsetempat sebagai Batu Keseimbangan. Bentuknya berupa batu panjang dab batu\ndatar yang ditumpuk ke atas. Wisatawan yang datang ke bukit Kelabba Maja wajib\nmenjaga sikap dan pakaian. Saat berkunjung pemandu wisata akan melengkapi\npakaian turis dengan tenun Sabu, karena ada kepercayaan masyarakat setempat,\nterutama penganut aliran leluhur Jingi percaya bahwa bukit ini ialah tempat\nbersamayamnya para dewa. <\/p>\n\n\n\n<p>Kelabba Madja terdiri dari\ndua kata, yakni Ke\u2019labba yang artinya sebagai tanah abu dan Madja yang berarti\nnama dewa atau sering disebut \u201ctempat para dewa\u201d Warga setempat mempercayai\nKelabba Maja sebagai tempat berdiamnya Dewa Maja bagi masyarakat yang tinggal\ndi Dusun Kelanalalu, Desa Wadu Medi, Kec. Hawu Mehara.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap tahunnya juga\ndigelar festival Kelabba Maja untuk memperkenalkan alat, seni dan budaya\nmasyarakat setempat, bahkan ada ritual adat berupa penyembelihan hewan kurban\nyang dilakukan setiap tahunnya, yang dilaksanakan Ritual pada bulan Juli dengan\nmemberikan sajen Sorgum, kacang hijau dan hewan berupa ayam merah. Sumber cnn<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7881\" width=\"635\" height=\"358\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552.jpg 770w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-300x169.jpg 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-768x432.jpg 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-360x203.jpg 360w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-660x371.jpg 660w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-560x315.jpg 560w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-150x86.jpg 150w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-260x147.jpg 260w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-480x271.jpg 480w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-400x225.jpg 400w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/wgzjkqbs-1594051666-60305b7b8ede4805f767f552-533x300.jpg 533w\" sizes=\"auto, (max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><figcaption> Bukit Salju, Sumber: Kompasiana dok.Verita am. <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Bukit Salju di Kabupaten Sabu Raijua bukanlah timbunan salju raksasa seperti di negara negara beriklim dingin. Dinamai Bukit Salju karena bukit ini tersusun dari struktur batu karst berwarna putih, sehingga sekilah mirip seperti salju. Bukit Salju dari kota Seba berjarak 29 km ditempuh dengan berkendara sekitar 45 menit berlokasi di Ledeae, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Wisatawan bisa menggunakan motor atau mobil sewaan untuk menuju ke lokasi ini. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"711\" height=\"889\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Goa-Lie-Mabala-pulau-Sabu-e1607521625873.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7882\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Goa-Lie-Mabala-pulau-Sabu-e1607521625873.jpg 711w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Goa-Lie-Mabala-pulau-Sabu-e1607521625873-240x300.jpg 240w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Goa-Lie-Mabala-pulau-Sabu-e1607521625873-560x700.jpg 560w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Goa-Lie-Mabala-pulau-Sabu-e1607521625873-400x500.jpg 400w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Goa-Lie-Mabala-pulau-Sabu-e1607521625873-540x675.jpg 540w\" sizes=\"auto, (max-width: 711px) 100vw, 711px\" \/><figcaption> Gua Mebala, sumber: Katomed blog. <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kabupaten Sabu Raijua memang memiliki potensi wisata yang lengkap.\nPantai, tebing batu, wisata budaya dan sejarah dan satu lagi gua. Goa Mabala adalah\nsebuah gua batu karang dengan stalagtit dan stalagmit beraneka bentuk. Karena\nkeunikannya, Goa Mabala mendapatkan posisi kedua untuk kategori Destinasi\nWisata Terunik Terpopuler, Anugerah Pesona Indonesia 2019. Untuk berkunjung ke\nGoa Mabala, wisatawan bisa menggunakan mobil atau motor sejauh 12 Km dari kota\nSeba. Karena masyarakat masih menganggap gua ini mistis dan dihormati, untuk\nmasuk ke gua wisatawan harus didampingi oleh pemandu lokal. <\/p>\n\n\n\n<p>Goa Mabala dipercaya sebagai lokasi persembunyian Mabala, Panglima\nPerang Sabu saat melawan penjajahan Portugis.&nbsp;\nMenurut cerita, stalagtit dan stalagmit dalam gua ini berbentuk Meriam\nbatu, gong, batu lumbung pangan, pengawal, senjata dan sebuah sumur yang tak\npernah kering airnya. Keunikan lainnya terdapat pada langit \u2013 langit gua.\nTerdapat beberapa lubang besar yang membuat sinar matahari bisa masuk ke dalam\ngua dan menjadi lokasi yang cocok untuk berfoto. Waktu terbaik untuk datang ke\ngua ini adalah antara pukul 11.00 \u2013 14.00. Sebelum masuk kedalam gua, wisatawan\njuga bisa menyewa pakaian adat yang bisa menambah pengalaman liburan anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Lokasi\nGoa Mabala berada di bawah pohon besar atau pintu utamanya dijaga penduduk maka\nuntuk masuk ke goa ini kita harus meminta izin terlebih dahulu, pengunjung yang\ndatang bias menyewa pakaian adat baik untuk pria dan wanita bahkan lengkap\ndengan aksesorisnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"818\" height=\"543\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-148.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7928\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-148.png 818w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-148-300x199.png 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-148-768x510.png 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-148-560x372.png 560w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-148-400x266.png 400w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-148-452x300.png 452w\" sizes=\"auto, (max-width: 818px) 100vw, 818px\" \/><figcaption>  Gua Lie Madira, Sumber : Disparekraf Kab Sabu Raijua <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Lie Madira merupakan objek wisata yang menarik bagi pencinta petualangan.\nObjek wisata ini&nbsp; berlokasi di Kecamatan\nHawu Mehara, sekitar 10 Km dari Kota Seba. Lie Madira merupakan gua alam yang\ndihiasi dengan stalagtit dan stalagmit menarik, serta terdapat kolam air.\nKonstruktur gua yang berlekak lekuk serta air yang jernih menjadi tempat\npemandian yang asyik dan menyenangkan. Menyusuri gua tersebut merupakan\ntantangan tersendiri bagi mereka yang berjiwa petualang. <\/p>\n\n\n\n<p>Gua yang pernah dihuni oleh\nMadira ini (sehingga dinamakan Gua Lie Madira), untuk memasukinya harus jongkok\ndan anda harus ditemani seorang pemandu dan membawa lampu\/santer untuk\nmenjelajahi gua, karena lorong gua berbelok-belok dan naik turun sepanjang\nkurang lebih 50 meter.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut cerita, Gua Lie\nMadira merupakan salah satu saksi sejarah perlawanan masyarakat Sabu dan\nBelanda. Di sekitar objek wisata Lie Madira terdapat fasilitas berupa gazebo\natau lopo-lopo yang disiapkan bagi wisatawan yang ingin bersantai sejenak.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelabba Madja adalah tebing batu eksotis yang terbentuk secara alami selama puluhan bahkan ratusan tahun. Saat berkunjung ke lokasi ini, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan tebing batu berwarna &#8211; warni. Dari kota Seba berjarak 35 Km, dari ibu kota Kabupaten Sabu Raijua, wisatawan bisa menggunakan mobil selama kurang lebih dua jam. Namun jangan khawatir, kondisi [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"ppma_author":[302],"class_list":["post-7877","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-umum"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua - Rumah Yapeka<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_GB\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua - Rumah Yapeka\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kelabba Madja adalah tebing batu eksotis yang terbentuk secara alami selama puluhan bahkan ratusan tahun. Saat berkunjung ke lokasi ini, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan tebing batu berwarna &#8211; warni. Dari kota Seba berjarak 35 Km, dari ibu kota Kabupaten Sabu Raijua, wisatawan bisa menggunakan mobil selama kurang lebih dua jam. Namun jangan khawatir, kondisi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-31T04:36:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-10-31T04:37:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/FB_IMG_1593864472145.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@rumahyapeka\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimated reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5\"},\"headline\":\"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua\",\"datePublished\":\"2021-10-31T04:36:58+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-31T04:37:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/\"},\"wordCount\":740,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Umum\"],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/\",\"name\":\"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua - Rumah Yapeka\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2021-10-31T04:36:58+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-31T04:37:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"description\":\"lembaga non-profit yang bergerak dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png\",\"width\":250,\"height\":300,\"caption\":\"Rumah Yapeka\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rumah.yapeka\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/image\/8443f41f2d755c6161f3a6a1a3986b23\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rumah Yapeka\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\",\"@rumah.yapeka\",\"https:\/\/twitter.com\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCZA2AAOoziUsn9RrY93f_bg\",\"https:\/\/www.tumblr.com\/blog\/view\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@rumahyapeka\"],\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/author\/yapekakita\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua - Rumah Yapeka","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/","og_locale":"en_GB","og_type":"article","og_title":"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua - Rumah Yapeka","og_description":"Kelabba Madja adalah tebing batu eksotis yang terbentuk secara alami selama puluhan bahkan ratusan tahun. Saat berkunjung ke lokasi ini, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan tebing batu berwarna &#8211; warni. Dari kota Seba berjarak 35 Km, dari ibu kota Kabupaten Sabu Raijua, wisatawan bisa menggunakan mobil selama kurang lebih dua jam. Namun jangan khawatir, kondisi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/","og_site_name":"Rumah Yapeka","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","article_published_time":"2021-10-31T04:36:58+00:00","article_modified_time":"2021-10-31T04:37:05+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/FB_IMG_1593864472145.jpg"}],"author":"Rumah Yapeka","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@rumahyapeka","twitter_misc":{"Written by":"Rumah Yapeka","Estimated reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/"},"author":{"name":"Rumah Yapeka","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5"},"headline":"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua","datePublished":"2021-10-31T04:36:58+00:00","dateModified":"2021-10-31T04:37:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/"},"wordCount":740,"publisher":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization"},"articleSection":["Umum"],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/","name":"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua - Rumah Yapeka","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#website"},"datePublished":"2021-10-31T04:36:58+00:00","dateModified":"2021-10-31T04:37:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/wisata-tebing-dan-gua-sabu-raijua\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yapeka.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#website","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","name":"Rumah Yapeka","description":"lembaga non-profit yang bergerak dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam","publisher":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yapeka.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization","name":"Rumah Yapeka","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png","contentUrl":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png","width":250,"height":300,"caption":"Rumah Yapeka"},"image":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","https:\/\/www.instagram.com\/rumah.yapeka"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5","name":"Rumah Yapeka","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/image\/8443f41f2d755c6161f3a6a1a3986b23","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rumah Yapeka"},"sameAs":["https:\/\/yapeka.or.id\/","https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","@rumah.yapeka","https:\/\/twitter.com\/rumahyapeka","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCZA2AAOoziUsn9RrY93f_bg","https:\/\/www.tumblr.com\/blog\/view\/rumahyapeka","https:\/\/www.tiktok.com\/@rumahyapeka"],"url":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/author\/yapekakita\/"}]}},"authors":[{"term_id":302,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"yapekakita","display_name":"Rumah Yapeka","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","first_name":"Rumah","last_name":"YAPEKA","user_url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7877"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7877\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7929,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7877\/revisions\/7929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7877"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=7877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}