{"id":9183,"date":"2022-09-04T16:40:38","date_gmt":"2022-09-04T09:40:38","guid":{"rendered":"https:\/\/yapeka.or.id\/?p=9183"},"modified":"2022-09-19T19:21:43","modified_gmt":"2022-09-19T12:21:43","slug":"kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/","title":{"rendered":"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur"},"content":{"rendered":"<p>Dugong atau populer disebut duyung, merupakan mamalia besar dengan nama ilmiah\u00a0<em>Dugong dugon<\/em>\u00a0yang masuk dalam ordo Sirenia dan famili Dugongidae. Dilansir dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dugong memiliki panjang antara 2,4 &#8211; 3 meter dengan berat 230 &#8211; 930 kg. Mamalia herbivora ini menghabiskan waktu untuk makan di padang lamun yang berkondisi baik, sehingga sering dijadikan sebagai bio-indikator kondisi ekosistem lamun.<\/p>\n\n\n\n<p>Habitat dugong ini merupakan perairan laut tropis yang kaya akan sebaran lamun, salah satunya adalah Indonesia. Sebaran dugong di Indonesia, bisa dijumpai di perairan Sulawesi Utara, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara, pantai selatan Kalimantan dan Jawa, Sumatera, barat laut dan tenggara Jawa, dan Maluku. Dimana perairan wilayah ini kaya akan ekosistem lamun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dugong di Sulawesi Utara<\/h2>\n\n\n\n<p>Sulawesi Utara, dengan total garis pantai sepanjang 2.395,99 Km (), cukup kaya akan sebaran ekosistem lamun di pesisirnya. Kondisi ini cukup mengindikasikan, wilayah ini memiliki catatan mengenai distribusi dugong di wilayah pesisirnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"710\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-1024x710.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-9190\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-1024x710.jpg 1024w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-300x208.jpg 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-768x532.jpg 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-1536x1065.jpg 1536w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-560x388.jpg 560w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-400x277.jpg 400w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-900x624.jpg 900w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-433x300.jpg 433w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical-974x675.jpg 974w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-Ical.jpg 1558w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Gambar 1. Dokumentasi Penampakan Dugong di Sangihe (Foto: Faisal Umar).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Berdasarkan keterangan beberapa narasumber, mereka pernah beberapa kali melihat dugong di perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. Terbaru, Sabtu (3\/9\/2022), Jhonlihar Mamuka menyampaikan, menjumpai dugong saat menyelam di perairan Kampung Moronge, Kec. Nusa Tabukan, Kab. Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dengan panjang 2 meter dan berjenis kelamin betina. Sebelumya, ia juga pernah menjumpai dugong di beberapa titik lokasi lainnya seperti di wilayah Tahuna di waktu yang berbeda-beda.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Dugong juga dijumpai di wilayah perbatasan antara Desa Bahoi dan\u00a0\u00a0Desa Serei, Likupang\u00a0\u00a0Barat, Minahasa Utara. Dugong yang berukuran 3 meter dan berjenis kelamin betina ini dilihat sekitar pukul 17.20 WITA oleh Joandi Arendege. Perairan di Likupang Barat secara umum memang diketahui memiliki kondisi yang mendukung populasi dugong dengan kondisi padang lamun yang tergolong rapat dengan jumlah lamun yang cukup tinggi, yaitu terdapat hingga tujuh jenis lamun. Berikut, catatan perjumpaan dugong yang kami rangkum dari beberapa narasumber:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"492\" src=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-data-1024x492.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-9184\" srcset=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-data-1024x492.jpg 1024w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-data-300x144.jpg 300w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-data-768x369.jpg 768w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-data-560x269.jpg 560w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-data-400x192.jpg 400w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-data-900x433.jpg 900w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-data-624x300.jpg 624w, https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong-data.jpg 1036w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Gambar 2. Data perjumpaan Dugong di Sulawesi Utara (sumber; Jhonlihar Mamuka &amp; Joandi Arendege).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dugong di Nusa Tenggara Timur<\/h2>\n\n\n\n<p>Nusa Tenggara Timur, salah satu provinsi di Indonesia yang di anugerahi dengan pantai-pantai cantik di pesisirnya. Memiliki garis pantai sepanjang 5.700 Km (), yang terisi sebaran padang lamun, habitat utama Dugong. <\/p>\n\n\n\n<p>Pulau Rote, yang memiliki berbagai keanekaragaman hayati dan biota laut dengan dasar perairan berpasir, lumpur berpasir, serta pasir berbatu yang ditumbuhi beberapa ekosistem lamun dan terumbu karang. Kondisi ekosistem ini, cukup mendukung adanya catatan perjumpaan Dugong di Rote.<\/p>\n\n\n\n<p>Esau Loe,  seorang tokoh adat, menyampaikan, pernah melihat Dugong melintas saat melaut di Pantai Litianak, Rote Barat, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kamis (25\/08\/2022). Dugong diperkirakan mempunyai ukuran sepanjang 1,5 meter, dengan jenis kelamin jantan. <\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, dokumentasi perjumpaan dugong di Indonesia masih sporadis dan terpecah-pecah. Perlu upaya penyatuan data perjumpaan Dugong (dengan berbagai kondisi), guna memperkuat data sebaran Dugong di Indonesia. YAPEKA, saat ini sedang berusaha untuk mendokumentasikan beberapa catatan-catatan perjumpaan Dugong yang ada. Harapannya, kita bisa melihat kondisi Dugong dan habitatnya, sehingga kita bisa melakukan upaya mitigasi terhadap hal-hal yang berdampak negatif terhadap kondisi Dugong di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Artikel oleh Bella\/Ayi\/Yapeka<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dugong atau populer disebut duyung, merupakan mamalia herbivor besar. Dokumentasi perjumpaan dugong di Indonesia masih sporadis dan terpecah-pecah.YAPEKA, saat ini sedang berusaha untuk mendokumentasikan beberapa catatan-catatan perjumpaan Dugong yang ada.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":9223,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"ppma_author":[302],"class_list":["post-9183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur - Rumah Yapeka<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_GB\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur - Rumah Yapeka\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dugong atau populer disebut duyung, merupakan mamalia herbivor besar. Dokumentasi perjumpaan dugong di Indonesia masih sporadis dan terpecah-pecah.YAPEKA, saat ini sedang berusaha untuk mendokumentasikan beberapa catatan-catatan perjumpaan Dugong yang ada.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-04T09:40:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-19T12:21:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong_ical-4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"783\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@rumahyapeka\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rumah Yapeka\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimated reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5\"},\"headline\":\"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur\",\"datePublished\":\"2022-09-04T09:40:38+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-19T12:21:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/\"},\"wordCount\":494,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Umum\"],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/\",\"name\":\"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur - Rumah Yapeka\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-09-04T09:40:38+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-19T12:21:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"description\":\"lembaga non-profit yang bergerak dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png\",\"width\":250,\"height\":300,\"caption\":\"Rumah Yapeka\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.instagram.com\/rumah.yapeka\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5\",\"name\":\"Rumah Yapeka\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/image\/8443f41f2d755c6161f3a6a1a3986b23\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rumah Yapeka\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/yapeka.or.id\/\",\"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka\",\"@rumah.yapeka\",\"https:\/\/twitter.com\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCZA2AAOoziUsn9RrY93f_bg\",\"https:\/\/www.tumblr.com\/blog\/view\/rumahyapeka\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@rumahyapeka\"],\"url\":\"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/author\/yapekakita\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur - Rumah Yapeka","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/","og_locale":"en_GB","og_type":"article","og_title":"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur - Rumah Yapeka","og_description":"Dugong atau populer disebut duyung, merupakan mamalia herbivor besar. Dokumentasi perjumpaan dugong di Indonesia masih sporadis dan terpecah-pecah.YAPEKA, saat ini sedang berusaha untuk mendokumentasikan beberapa catatan-catatan perjumpaan Dugong yang ada.","og_url":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/","og_site_name":"Rumah Yapeka","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","article_published_time":"2022-09-04T09:40:38+00:00","article_modified_time":"2022-09-19T12:21:43+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":783,"url":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dugong_ical-4.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rumah Yapeka","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@rumahyapeka","twitter_misc":{"Written by":"Rumah Yapeka","Estimated reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/"},"author":{"name":"Rumah Yapeka","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5"},"headline":"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur","datePublished":"2022-09-04T09:40:38+00:00","dateModified":"2022-09-19T12:21:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/"},"wordCount":494,"publisher":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization"},"articleSection":["Umum"],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/","name":"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur - Rumah Yapeka","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#website"},"datePublished":"2022-09-04T09:40:38+00:00","dateModified":"2022-09-19T12:21:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/kemunculan-dugong-di-perairan-sulawesi-utara-dan-nusa-tenggara-timur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yapeka.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kemunculan Dugong di Perairan Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#website","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","name":"Rumah Yapeka","description":"lembaga non-profit yang bergerak dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam","publisher":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yapeka.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#organization","name":"Rumah Yapeka","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png","contentUrl":"https:\/\/yapeka.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/coba1.png","width":250,"height":300,"caption":"Rumah Yapeka"},"image":{"@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","https:\/\/www.instagram.com\/rumah.yapeka"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/53ef21042eebf95e55256650435a79d5","name":"Rumah Yapeka","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/yapeka.or.id\/#\/schema\/person\/image\/8443f41f2d755c6161f3a6a1a3986b23","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rumah Yapeka"},"sameAs":["https:\/\/yapeka.or.id\/","https:\/\/www.facebook.com\/rumahyapeka","@rumah.yapeka","https:\/\/twitter.com\/rumahyapeka","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCZA2AAOoziUsn9RrY93f_bg","https:\/\/www.tumblr.com\/blog\/view\/rumahyapeka","https:\/\/www.tiktok.com\/@rumahyapeka"],"url":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/author\/yapekakita\/"}]}},"authors":[{"term_id":302,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"yapekakita","display_name":"Rumah Yapeka","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4f51e5ac5bf5843f920bcad2f85e802d01be4b46b13d253ec3f4696dff6eb6?s=96&d=mm&r=g","first_name":"Rumah","last_name":"YAPEKA","user_url":"https:\/\/yapeka.or.id\/","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9183"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9226,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9183\/revisions\/9226"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9183"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapeka.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=9183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}