"IKI Project Inception Meeting", Pertemuan Para Penggiat Konservasi Pesisir di Sulawesi Utara.

By in ,
6
"IKI Project Inception Meeting", Pertemuan Para Penggiat Konservasi Pesisir di Sulawesi Utara.

Perwakilan dari Indonesia (YAPEKA), Malaysia (MareCet), Filipina (C3 dan ZSL Philippines), Thailand (Save Andaman Network) dan Timor Leste (Blue Ventures), bersama dengan peneliti dan penggiat konservasi pesisir terkemuka dunia, meluncurkan suatu kegiatan perlindungan dan restorasi ekosistem lamun di Manado, Sulawesi Utara. Ekosistem lamun ini terancam hilang karena pengaruh manusia, seperti tangkap berlebih, pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir, dan perubahan iklim.

Proyek ini digawangi oleh Convention on Migratory Species (CMS) Memorandum of Understanding on the Conservation and Management of Dugongs and their Habitats Throughout their Range (Dugong MOU), yang telah memulai perencanaan proyek ini di tahun 2017. Proyek ini adalah bagian dari International Climate Initiative (IKI), yang didukung oleh pemerintah Jerman melalui BMU (Federal Ministry for the Environment, Nature Conservation and Nuclear Safety). Dugong MOU sendiri merupakan bagian dari CMS Office yang berkedudukan di Abu Dhabi (didukung oleh EAD – Badan Lingkungan Hidup di Abu Dhabi), dan berperan sebagai hub regional untuk CMS di luar markas besarnya di Bonn, Jerman.

Peluncuran proyek ini dilakukan dalam pertemuan tanggal 28-30 Januari 2020 di Manado yang didukung oleh YAPEKA, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pertemuan ini bertujuan untuk mengembangkan rencana aksi proyek yang spesifik pada setiap negara untuk melindungi ekosistem lamun melalui kegiatan yang berbasis masyarakat. Berita selengkapnya bisa diakses melalui link berikut https://www.cms.int/dugong/en/news/five-countries-kick-community-seagrass-ecosystems-project.

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
54321
(0 votes. Average 0 of 5)
Translate »