Intensifikasi Pertanian Alami

By in
49
Intensifikasi Pertanian Alami

Pertanian alami merupakan sistem pertanian terpadu yang menghasilkan dan mengoptimalkan kesehatan serta produktifitas agro-ekosistem secara alami dengan memanfaatkan potensi lokal. Sehingga mampu menghasilkan pangan maupun serat yang berkualitas dan berkelanjutan. Intensifikasi pertanian alami, lebih fokus dalam pemanfaatan lahan tidur (misal: pekarangan rumah) untuk pertanian alami yang berorientasi terhadap pengelolaan komoditas tanaman yang heterogen dalam satu lahan pertanian.

Heterogenitas tanaman bermanfaat untuk panen yang berkelanjutan dari setiap komoditas tanaman. Selain itu, tanah mampu menjaga unsur hara yang ada dengan kebutuhan unsur hara yang berbeda dari setiap jenis tanaman. Beberapa site dampingan Rumah Yapeka melakukan kegiatan intensifikasi pertanian alami sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di daerah pedesaan dampingan kami. Beberapa komoditas tanaman pertanian yang kami tanam yaitu: timun, kacang panjang, kangkung, oyong/gambas, dan padi.

Ibu-ibu sedang membuat bedengan untuk pertanian (Defra Program)

Praktik pertanian alami tidak hanya sebatas penggantian pupuk kimia menjadi organik termasuk pestisidanya saja, termasuk juga optimalisasi lahan dan manajemen masa tanam-panen komoditas tanaman, sehingga dapat dipanen secara berkala tanpa perluasan lahan dengan hasil yang yang maksimal. Target pertanian alami bukan hanya  sekedar pemenuhan target jangka pendek, tetapi lebih jauh adalah bagaimana petani memahami dan menyadari mengenai: 1) Pemanfaatan potensi lokal sebagai bahan pupuk organik (pemanfaatan limbah kotoran hewan, tanaman leguminosae, dll); 2) Teknis pemberian pupuk dan pestisida alami; 3) Pengelolaan komoditas tanaman yang heterogen berdasar masa panen yang berkelanjutan.

Hasil panen kegiatan intensfikasi pertanian alami di beberapa desa yang kami dampingi (Defra dan IMBAU Program).

Intensifikasi pertanian alami yang kami lakukan lebih banyak di area desa-desa yang berbatasan atau di dalam kawasan lindung pemerintah. Upaya ini kami lakukan guna mengenalkan masyarakat dengan alternatif mata pencaharian (alternative livelihood) yang mampu menekan pengeluaran dapur rumah tangga serta mampu mengurangi aktivitas tekanan dalam kawasan dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat desa di sekitar kawasan lindung pemerintah.

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
54321
(0 votes. Average 0 of 5)
Translate »