"Intensifikasi Pertanian Padi dengan Slurry dan Sistem Tanam Jejer Legowo"

By in , ,
8
"Intensifikasi Pertanian Padi dengan Slurry dan Sistem Tanam Jejer Legowo"

Desa Pangkalan Indarung, Kec. Singingi, Kab. Kuantan Singingi menjadi salah satu koridor yang berbatasan dengan landsekap Suaka Margasatwa Rimbang Baling di Provinsi Riau. SM Rimbang Baling menjadi salah satu habitat terpadat Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Pulau Swarnnabhumi. Konsorsium IMBAU dalam program Integrated Tiger Habitat Conservation Protection (ITHCP) mengenalkan pemanfaatan limbah biogas (slurry) untuk pemupukan serta sistem tanam “jejer legowo” pada pertanian padi di Desa Pangkalan Indarung.

Gambar 1. Grafik peningkatan produksi padi dari beberapa masyarakat yang menjadi demplot pupuk slurry dan jejer legowo.

Penggunaan slurry, untuk mengenalkan pertanian alami dengan mengurangi pemakaian pupuk kimia dan mengurangi pengeluaran pembelian pupuk bagi para petani. Sedangkan jejer legowo, untuk meminimalkan benih padi dengan hasil panen maksimal. Semula, para petani padi hanya mampu mendapatkan hasil panen sebesar 300-400 kg per luas sawah (1/4 Hektar) pe panen. Di masa panen padi, ternyata pemupukan slurry dan sistem tanam jejer legowo, mampu meningkatkan hasil panen sebesar 196% menjadi 1 – 1,5 Ton/panen/luas sawah.

Gambar 2. Pertanian padi dengan sistem tanam jejer legowo di Desa Pangkalan Indarung.

Limbah kotoran sapi yg semula tidak dilirik dan dibiarkan terbuang sembarangan. Sekarang lebih dicari masyarakat untuk mengisi digester biogas, tentunya selain memakai apinya, juga mengharapkan slurrynya untuk pupuk tanaman mereka. Perlu dicatat, masyarakat di desa ini terbiasa membiarkan sapi atau kerbaunya bebas tanpa di kandangkan. Sehingga kotorannya ada dimana-mana, dengan program ini setidaknya masyarakat mulai melirik limbah untuk dijadikan berkah buat tanaman padi mereka serta lingkungan menjadi lebih bersih dan bebas kotoran sapi/kerbau.

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Translate »