Kontribusi ‘Anak Jaman Now’ untuk Lingkungan Berkelanjutan 

By in
249
Kontribusi ‘Anak Jaman Now’ untuk Lingkungan Berkelanjutan 

Harus diakui bahwa anak muda saat ini atau generasi ‘Anak Muda Jaman Now’ kurang tertarik dan peduli lingkungannya. Namun bukan berarti tidak ada anak muda yang tidak berkontribusi lho. Pada tanggal 6 Juli lalu, sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) lingkungan berbasis di Bogor bernama Perkumpulan YAPEKA bekerjasama dengan rekan-rekan dan alumni dari Wageningen University Research Center (WUR) mengadakan sebuah workshop berjudul “Sustainable Integrated Coastal Management in North-Sulawesi Indonesia”.

Workshop ini merupakan salah satu dari rangkaian acara tahunan Wageningen Indonesia Network Scientific Exposure atau WISE. Tahun ini, WISE 2018 diadakan di Kampus LIPI, Cibinong, Bogor. Sesuai dengan judulnya, audiens dan narasumber duduk bersama mendiskusikan tentang bagaimana membangun dan mengatur wilayah kepesisiran secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Kegiatan diskusi bersama kelompok

Selain itu, Workshop ini juga diberikan kesempatan bagi para anak muda dan mahasiswa yang melakukan penelitiannya dan berkontribusi dalam mengembangkan daerah kepesisiran secara berkelanjutan. Salah satunya adalah Citra Septiani dan Elisabeth Astari. Keduanya merupakan mahasiswi tingkat akhir di Universitas Gadjah Mada yang melakukan riset di Sulawesi Utara. Citra Septiani menjelaskan kepada rekan-rekan dan alumni dari Universitas Wageningen tentang habitat dugong (Dugong dugon) dan persebarannya di Sulawesi Utara.

Citra menjelaskan kepada audiens tentang penelitiannya

“Sebagai mahasiswa, aku bangga dan beruntung banget bisa ikut WISE 2018 yang di hadiri para Alumni WUR, peneliti dari berbagai lembaga dan NGO.” Citra menjelaskan dengan antusias. “Aku jadi tertarik banget buat melanjutkan studi di Wageningen University Research di bidang Marine Resource Management dan melanjutkan penelitian mengnai konservasi dugong dan lamun (tanaman laut) di Sulawesi Utara”

Sementara itu, Elisabeth Astari mempresentasikan hasil penelitiannya mengenai persebaran dan keanekaragaman ikan kepe-kepe (butterfly fish) di Sulawesi Utara di depan kolega dan alumni WUR. Presentasi Elisabeth mendapatkan respon yang positif dari para audiens.

Elisabeth Astari, mempresentasikan penelitiannya di salah satu sesi WISE 2018

“Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya.” Elisabeth yang akrab dipanggi Ai ini mengutarakan antusiasmenya. “Saya sangat senang untuk bisa berpartisipasi disini khususnya melihat alumnus WUR yang menginspirasi dan memotivasi untuk belajar dan terus belajar.”

 

 

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Translate »