Melirik Potensi Pengembangan Ekowisata di Pantai Oesina

By in , , ,
37
Melirik Potensi Pengembangan Ekowisata di Pantai Oesina

Salah satu destinasi wisata yang tersembunyi di Kupang, Nusa Tenggara Timur adalah Pantai Oesina. Pantai Oesina terletak di Desa Lifuleo, Kupang Barat, sekitar 1 jam perjalanan darat dari Kota Kupang. Pantai ini memiliki pasir yang putih dan debur ombak yang lembut sehingga cocok dijadikan lokasi plesiran keluarga. Berenang dan menikmati sunset di Pantai Oesina menjadi aktivitas favorit para pengunjung. Di sisi lain Pantai Oesina terdapat lokasi budidaya rumput laut yang sebenarnya cukup menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu atraksi wisata tambahan. Beberapa gazebo kayu, tertata apik menambah kenyamanan pengunjung. Setiap akhir pekan, sekitar 1000 orang pengunjung datang ke Pantai Oesina. Tentunya memberikan pendapatan yang lumayan untuk masyarakat Desa Lifuleo.

Gambar 1. Bapak Oktaf, Ketua Pokdarwis Wisata Pantai Oesina

Pantai Oesina mulai dikembangkan sebagai objek wisata pada tahun 2015. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga telah terbentuk untuk mengelola kawasan ini. “Awalnya kami ada 40 orang, tapi sekarang sisa 20 orang anggota”, kata Bapak Oktaf, anggota Pokdarwis Oesina. Anggota yang mengundurkan diri beralasan bahwa tidak ada keuntungan yang bisa mereka dapatkan dari Pantai Oesina. Misalnya saja, sebagai pemandu wisata, mereka merasa tidak dimanfaatkan secara optimal oleh pengunjung. Padahal pemandu wisata memegang peran utama untuk memberikan edukasi kepada wisatawan, sehingga mereka mendapatkan pengalaman lebih dari aktivitas wisata di Pantai Oesina. 

Gambar 2. Gazebo dan tempat berjemur (lopo-lopo) fasilitas pendukung wisata yang tersedia di Pantai Oesina

Selama ini, hanya wisatawan lokal yang melirik keindahan pantai Oesina. Namun kegiatan yang dilakukan oleh para wisatawan hanya sebatas duduk bersantai melihat keindahan pantai dan sunset. Sayangnya kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan masih sangat kurang. Masih dijumpai sampah berserakan, padahal tempat sampah sudah disediakan. “Kalau saja teman-teman pemandu wisata yang menjadi anggota Pokdarwis bisa aktif kembali, tentu saja mereka bisa mengajari pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya atau lebih ramah lingkungan”, ucap Bapak Oktaf.

YAPEKA melalui proyek COREMAP-CTI di TNP Laut Sawu berencana melakukan pelatihan bagi pemandu wisata lokal di Pantai Oesina. Dengan pelatihan yang diberikan, diharapkan bisa mengedukasi pengunjung untuk menjadi wisatawan yang bertanggungjawab. Angin segar lainnya yaitu, akan dibangun sebuah pusat informasi wisata di Pantai Oesina. Bangunan ini akan berisi informasi mengenai potensi keanekaragaman hayati laut yang ada di TNP Laut Sawu dan diharapkan bisa menjadi atraksi wisata tambahan di Pantai Oesina. Peran pemandu wisata yang telah terlatih, tentu sangat diperlukan untuk memberikan penjelasan kepada wisatawan yang berkunjung ke pusat informasi ini.

54321
(0 votes. Average 0 of 5)
Translate »