Mengurangi Bycatch, Menyelamatkan Cetacea di TNP Laut Sawu

By in ,
15
Mengurangi Bycatch, Menyelamatkan Cetacea di TNP Laut Sawu

Setiap hari ribuan jaring dan pancing ditebar oleh para nelayan di seluruh dunia. Tidak hanya ikan target yang tertangkap, namun sering tertangkap juga penyu, lumba lumba, pari manta bahkan paus. Hal ini disebut BycatchBycatch atau hasil tangkapan sampingan adalah hasil tangkapan yang didapatkan nelayan tetapi tidak diinginkan atau tidak sesuai target. Dalam dunia perikanan tangkap, bycatch menjadi salah satu isu yang sering kali terjadi. Data menyebutkan setiap tahun 300.000 cetacea dan lebih dari 250.000 penyu dilaporkan tertangkap sebagai bycatch. Kejadian ini juga dialami oleh nelayan dari Desa Tablolong, salah satu desa yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Perairan Laut Sawu. 

Gambar 1. Alat tangkap “lampara” atau purse seine.

Terdapat dua jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di Desa Tablolong, yaitu purse seine atau Lampara dan pancing dasar dengan kapasitas kapal sebesar 10-14 GT. Para nelayan Lampara menangkap ikan di sekitar Teluk Kupang selama satu hari dengan hasil tangkapan berupa tongkol, tembang, kembung dan layang . Sedangkan nelayan pancing dasar beroperasi lebih jauh, bahkan hingga ke perairan Rote dan Sabu selama satu minggu. Hasil tangkapan nelayan pancing dasar adalah kerapu, kakap dan angoli. Hasil tangkapan biasanya langsung di bawa ke Pasar Oeba untuk dijual atau langsung di bawa ke Desa Tablolong dan menunggu pembeli datang.

Gambar 2. Nelayan menunjukkan lokasi mereka mencari ikan.

Tidak jarang, Hampir setiap melaut para nelayan bertemu puluhan lumba-lumba dan beberapa ekor paus  yang melintasi sekitar kapal mereka. Bapak Yanfred, salah satu nelayan di Desa Tablolong menyampaikan, lumba lumba dan penyu pernah ikut tertangkap pada saat melaut. Selain itu, tak jarang lumba-lumba dianggap merugikan nelayan karena sering memakan hasil ikan hasil tangkapan dan merobek jaring. “Lumba lumba ini mengejar ikan yang sudah masuk ke jaring, jadi dia juga ikut tertangkap”, begitu pengakuan Pak Yanfred. Lumba lumba dan penyu termasuk biota laut yang dilindungi di Indonesia, dan menjadi pelanggaran hukum jika diketahui menangkap jenis-jenis ini

Pengenalan Alat Pengurangan Bycatch

Gambar 3. Alat dan teknik pemasangan (1. alat pencegah bycatch “Pisces ”; 2. Pisces pada Pursine; 3. Pisces pada Liftnet; 4. Pisces pada Jaring Pantai).

Dengan pendanaan dari Proyek COREMAP – CTI di TNP Laut Sawu, Yapeka melakukan identifikasi awal untuk membantu para nelayan mendapatkan penghasilan tanpa melanggar hukum dan yang tidak kalah penting menjaga kelestarian biota-biota laut dilindungi di TNP Laut Sawu. Yapeka melalui Proyek COREMAP – CTI akan memperkenalkan penggunaan alat pencegah bycatch, yang disebut Pisces (bycatch reduce device). Alat ini akan dipasang pada jaring yang dipergunakan oleh para nelayan. Desain alat pencegah bycatch yang sesuai tentu akan efektif untuk memecahkan masalah ini. Namun, Kekhawatiran akan muncul dari para nelayan di Desa Tablolong. Mereka khawatir teknologi baru yang akan dipergunaan ini apakah akan berpengaruh pada jumlah tangkapan mereka, bagaimana alat ini akan bekerja, dan lain sebagainya. “Jika alat ini tidak berpengaruh pada jumlah tangkapan, kami mau mencobanya”, ucap Bapak ImamFauzi sebagai PLT Kepala BKKPN Kupang. melalui Proyek COREMAP – CTI, Yapeka berharap penggunaan alat pencegah bycatch ini dapat membantu nelayan mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik, tanpa melanggar hukum, sekaligus menjaga kelestarian biota dilindungi di TNP Laut Sawu.

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
54321
(0 votes. Average 0 of 5)
Translate »