Pelatihan Pengolahan Cumi-cumi Desa Perokonda

By in
794
Pelatihan Pengolahan Cumi-cumi Desa Perokonda

Desa Perokonda di Nusa Tenggara Timur merupakan pemasok utama dan pengolahan cumi-cumi terbesar di Sumba dan sebagian besar hasilnya dikirim ke Pulau Jawa, terutama Kota Jakarta. Perkumpulan YAPEKA bersama-sama dengan PKSPL-IPB dan Transform Mataram, melakukan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok perempuan dalam pengolahan cumi dan ikan yang baik higienis.

Penangkapan Cumi-cumi

Kapal Armada Cumi-cumi Perokonda
Salah satu kapal dari armada kapal nelayan Desa Perokonda (dok: Perkumpulan YAPEKA)

Desa Perokonda memiliki armada penangkapan cumi yang besar. Armada ini dimiliki oleh masyarakat setempat sebanyak 105 unit. Unit tersebut terbagi menjadi 70 unit aktif dan 35 unit hanya digunakan saat musim penangkapan cumi. Kaum laki-laki biasanya yang pergi melaut dan menangkap cumi-cumi. Ada dua jenis cumi yang dipasok dari Desa Perokonda: cumi segar dan cumi olahan. Cumi segar dipak dengan peti es lalu dikirimkan langsung via kapal. Harga cumi-cumi segar mencapai Rp. 10.000,00 – Rp. 25.000,00 per kilogramnya, sedangkan untuk cumi-cumi olahan bisa mencapai Rp. 75.000,00. Cumi olahan memang lebih mahal karena adanya proses produksi yang terlibat di dalamnya.

Pengolahan Cumi-cumi

Pengolahan cumi-cumi kering lebih sering dilakukan oleh ibu-ibu dan kaum perempuan di Desa Perokonda. Pengolahannya pun masih tergolong sederhana. Cumi kering pertama-tama direbus terlebih dahulu lalu dijemur di terik matahari menggunakan para-para (rak bambu). Kegiatan usahanya cukup sederhana, alat-alatnya hanya menggunakan tungku api dan kuali. Dalam waktu 1-2 hari penjemuran di bawah sinar matahari, cumi menjadi kering dan siap untuk dikirimkan.

Pengolahan Cumi-cumi
Cumi kering yang sudah diolah (dok: Perkumpulan YAPEKA)

Permasalahan yang dialami para ibu-ibu pkk dalam pengolahan cumi yaitu standar higienitasnya. Pengetahuan akan higienitas saat mengolah cumi-cumi tersebut masih minim sehingga daya jualnya tidak tinggi.  

Pelatihan Ibu-Ibu PKK Desa Perokonda

Untuk menambah daya nilai tambah jual cumi olahan tentunya perlu diadakan peningkatan kapasitas dalam proses produksinya. Ibu-ibu nelayan yang tergabung dalam PKK Pekoronda diberikan serangkaian pelatihan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta menumbuhkan jiwa kewirausahawan. Materi yang diberikan berupa Good Manufacturing Process (GMP), teknik penanganan ikan, dan materi teknik pengolahan ikan. Dalam penyampaian materi, ditekankan bahwa pangan yang diolah harus memenuhi berbagai macam persyaratan sehingga mengikuti persyaratan GMP dan aman untuk dikonsumsi.  

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Translate »