Survei Dugong Terstandarisasi di Sangihe dan Minahasa Utara

By in ,
10
Survei Dugong Terstandarisasi di Sangihe dan Minahasa Utara

Gambar 1. Input data hasil survei berbasis online

Pandemi COVID-19 secara perlahan mulai merubah aktivitas manusia di seluruh dunia, terutama adaptasi untuk aktivitas di luar rumah. Bersamaan dengan kondisi ini, kami mulai menjalankan Seagrass Ecosystem Services Program (Program Jasa Ekosistem Lamun) di Sangihe dan Minahasa Utara, provinsi Sulawesi Utara yang didukung oleh IKI Project dan Marine Research Foundation (MRF) sebagai mitra teknis. Adaptasi kondisi pandemi kami terapkan dalam pelaksanaan program melalui pelatihan kuesioner berbasis online yang disampaikan oleh Dr. Nicholas Pilcher (MRF). 

Gambar 1. Desa-desa lokasi survei di Sangihe (atas) dan Minahasa Utara (bawah), Provinsi Sulawesi Utara.

Pelatihan sesi pertama, yang dilakukan pada bulan Maret 2020, membahas konsep dari setiap pertanyaan dalam kuesioner. Sesi selanjutnya meliputi tanya jawab, uji coba mewawancarai pemangku kepentingan, dan diskusi tentang data spasial. Sesi pelatihan input data dilaksakan pada awal bulan Juli 2020, yang dilanjutkan dengan pengambilan data lapangan pada bulan Juli-Agustus 2020. Input data dari Minahasa Utara dan Sangihe, diharapkan telah selesai di akhir bulan September 2020. Runtutan pelatihan ini dimaksudkan untuk lebih memberi pemahaman enumerator dalam setiap  detail pertanyaan, sehingga bisa disesuaikan dengan keseharian responden dalam penggalian informasi.

Gambar 2. Sesi pelatihan survei kuesioner berbasis online dengan Dr. Nicholas Philcer (MRF) sebagai trainer.

Adaptasi pelatihan jarak jauh (online) selama pandemi memiliki tantangan tersendiri. Butuh lebih banyak waktu, karena program harus disesuaikan dengan sesi yang lebih pendek untuk mengatasi tantangan untuk tetap fokus selama pelatihan online. Koneksi internet yang tidak stabil, terutama di Sangihe yang merupakan gugusan pulau terpencil dan terluar, menjadi tantangan tambahan. Selain itu, komunitas tempat kami bekerja menutup akses masuk ke desa selama bulan-bulan pertama pandemi, yang berarti kami harus menunggu hingga akses dibuka kembali untuk melakukan survei.” Ami Raini Putriraya (YAPEKA/Manager Area Sulawesi Utara).

Gambar 3. Survey lapangan di Sangihe (atas) dan Minahasa Utara (bawah)

Data yang dikumpulkan akan membantu mengidentifikasi kawasan utama lamun dan dugong di daerah pesisir target. Data ini akan menjadi dasar pengembangan langkah-langkah konservasi yang berbasis masyarakat di kawasan pesisir Sangihe dan Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
54321
(0 votes. Average 0 of 5)
Translate »