Survei KAP dan Pemetaan Ekowisata Rimbang Baling II

By in ,
3222
Survei KAP dan Pemetaan Ekowisata Rimbang Baling II

Pada tanggal 11 November 2018 silam, dilakukan Survei Knowledge Attitude and Practice (Survei KAP) yang kedua di Desa-desa di sekitar Kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Tim Perkumpulan YAPEKA terjun ke lapangan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan praktek masyarakat di lokasi dampingan Konsorsium IMBAU. Desa-desa ini dimana program-program IMBAU sudah berjalan selama kurang lebih tiga tahun. Selain mengetahui tingkat pengetahuan dan praktek masyarakat, Survei KAP kedua ini juga bertujuan untuk mengevaluasi Survei KAP yang pertama, sebagai data pembanding.

Salah seorang enumerator melakukan pengambilan dan pencatatan data (foto: Dokumentasi Perkumpulan YAPEKA)

Survei kedua ini dimulai dengan briefing dan koordinasi kepada tim survei yang dipimpin oleh Rudi Surbakti, Manajer Wilayah Rimbang Baling. Dibantu oleh salah seorang divisi dukungan konservasi, Laely Hidayati. Dalam koordinasi, para pengambil data terbagi menjadi 3 tim mengingat jumlah responden yang akan disurvei.

Tim Enumerator dalam sesi briefing dilakukan oleh Laely Hidayati (foto: dokumentasi Perkumpulan YAPEKA)

Tim mensurvei setidaknya 2 Kecamatan dan 10 desa dengan jumlah responden lebih dari 200 kepala keluarga. Desa-desa tersebut antara lain: Desa Tanjung Belit, Tanjung Beringin, Gajah Bertalut, Batu Sanggan, Aur Kuning, Terusan, Pangkalain Serei, Kota Lama, Ludai, dan Desa Pangkalan Indarung. Survei ini menggunakan wawancara kepada responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Pengambil data (enumerator) masih menggunakan enumerator yang sama pada survei KAP satu Rimbang Baling.

Survei KAP inipun tidak tanpa kendala. Beberapa hal yang dialami oleh tim survei Perkumpulan YAPEKA sendiri diantaranya seperti halangan cuaca hujan lebat yang menghalangi perjalanan tim. Selain itu waktu kesediaan responden menjadi tantangan tersendiri di dalam pengumpulan data. Hal ini dikarenakan lebih banyak responden yang siang harinya bekerja dan hanya bisa ditemui pada malam hari.

Beberapa kendala yang dialami oleh tim enumerator adalah ketersediaan waktu responden. Dikarenakan rata-rata bekerja di siang hari (foto: Dokumentasi Perkumpulan YAPEKA)

Masyarakat Desa-desa yang tim survei kunjungi sebagian besar merespon positif dan menerima dengan hangat. Harapannya dengan KAP Survei ini, masyarakat mendapatkan manfaat seperti diadakannya pelatihan-pelatihan mengenai pertanian dan perkebunan. Selain itu juga pengetahuan tambahan bagaimana mengelola desa mereka menjadi desa ekowisata.

Translate »