Tempat-tempat Paling 'Mematikan' di Dunia

By in
661
Tempat-tempat Paling 'Mematikan' di Dunia

Beberapa lokasi saat ini menjadi tempat-tempat di dunia yang paling mematikan. Perkembangan industri dan teknologi memberikan environmental cost yang tidak sedikit, dan seringkali alam menjadi korbannya. Perkembangan industri dan teknologi menghasilkan produk samping berupa limbah dan senyawa kimia beracun dapat menjadi mematikan bila melebihi dosis yang seharusnya.

Di Indonesia sendiri, pengolahan limbah dan senyawa kimia beracun memang sudah diatur dalam beberapa surat dan penetapan dari Pemerintah. Beberapa diantaranya seperti Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah. Namun beberapa oknum industri seringkali tidak mengindahkan peraturan tersebut dan pencemaran kerap kali terjadi.

Meskipun tidak semua polusi dan limbah disebabkan oleh proses industri, ada juga yang diakibatkan keteledoran dan kecerobohan manusia atau human error seperti kebocoran pada pembangkit tenaga nuklir.

Nah kawan, beberapa tempat ini merupakan tempat-tempat di dunia yang paling mematikan untuk dapat ditinggali:

1. Danau Karachay, Rusia
Warna air memerah akibat limbah radioaktif nuklir yang dibuang di danau tersebut (foto: travelfuntu)

Di era Perang Dingin, kedua negara adidaya Amerika Serikat dan Uni Soviet berlomba-lomba mengembangkan teknologi nuklir. Danau Karachay di Rusia merupakan salah satu dari tempat pembuangan limbah nuklir. Tempat ini terkenal dengan tingginya radiasi dari limbah radioaktif yang dibuang ke danau tersebut dan lokasi pembuangan limbah radioaktif cenderung menjadu tempat-tempat di dunia yang paling mematikan. Hanya dalam beberapa jam saja, efek radioaktif dapat membunuh makhluk hidup yang tinggal disekitarnya.

2. Linfen, Cina
Smog yang tebal menyelimuti kota ini (foto: stimulatedemissions)

Kota linfen merupakan kota industri dan tambang batubara di Cina. Polusi udara dari proses pengolahan batubara. Sekitar 30% penduduk di kota ini mengalami cacat lahir dan 85%-nya mengalami penyakit gangguan pernapasan. Smog menyelimuti kota ini sangat tebal sehingga kota terlihat menghitam. Bila kawan mencuci pakaian di sini dan menjemurnya di luar ruangan, maka pakaian tersebut akan menghitam dengan cepat.

3. Chernobyl, Ukraina
Kota Chernobyl saat ini sudah menjadi kota hantu (foto: pixabay)

Kota Chernobyl terkenal akan peristiwa kebocoran pembangkit tenaga nuklirnya. Peristiwa bocornya reaktor nuklir ini mengakibatkan hampir 4.000 kasus kanker warganya. Pemerintah Ukraina menetapkan kota tersebut sebagai zona karantina sehingga tidak ada warganya yang diperbolehkan tinggal di sana karena tingginya radiasi. Meskipun tingginya radiasi, beberapa tahun belakangan ini, satwa-satwa liar mulai tinggal dan berbagai spesies tumbuhan mulai tumbuh di dalam zona karantina tersebut.

4. Sungai Yamuna, India
Sungai Yamena yang suci, namun penuh dengan sampah (foto: Haris Tyagi / EPA-EFE)

Sungai Yamuna merupakan anak Sungai Gangga yang melintasi kota Delhi di India. Sungai ini dipercaya sebagai pusat spiritual dan kehidupan masyarakat sekitarnya,i namun sekarang penuh dengan sampah dan limbah. Akibat sampah yang menumpuk, air sungai ini harus diolah secara kimiawi sebelum dipasok ke 19 juta penduduk di sekitarnya.

5. La Oroya, Peru
La Oroya di Peru merupakan kota tambang (foto: Andina)

Kota ini merupakan kota pengolah logam berat dan bahan tambang di Peru. Ada sekitar 35.000 warga yang tinggal di kota ini dan terkena dampak yang cukup parah akibat pencemaran timbal, seng, tembaga dan belerang. Beberapa sumber menyebutkan bahwa 99% anak di kota ini memiliki kadar darahnya telah tercemar oleh bahan kimia.

 

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Translate »