LENTERA PERIKANAN SKALA KECIL

LENTERA PERIKANAN SKALA KECIL

Oleh: Pius Erlangga. Media Outreach Project Blue SUN SSF

foto ilustrasi 1: perahu tertambat di Pantai Tanjung Kramat, Gorontalo, karya Kaulina Silvitiani

 

Nenek moyangku seorang pelaut. Gemar mengarung luas samudra.

Menerjang ombak, tiada takut. Menempuh badai, sudah biasa.
 

 

Penggalan bait pada lirik lagu Nenek Moyangku karya Ibu Sud yang terinspirasi dari ayahnya seorang pelaut Bugis. Lagu untuk anak-anak ini diciptakan sekitar tahun 1940 bermakna menggambarkan kehebatan leluhur bangsa Indonesia sebagai pelaut tangguh. Makna dari lagu tersebut secara tidak langsung mendoktrin anak-anak agar menjadi pemberani dan tangguh layaknya nenek moyangnya seorang pelaut. Dibalik lirik lagu tersebut ada hal menggelitik bahwa menghadapi faktor fenomena alam sebagai tantangan dan resiko seorang pelaut diwakilkan dengan kata-kata “tiada takut” dan “sudah biasa”. Pada kenyataannya, hasil riset dan data laporan dari organisasi buruh dan pekerja internasional ILO (International Labour Organization), mengkategorikan pekerja bidang kelautan masuk dalam daftar pekerjaan paling berbahaya. Nelayan dalam hal ini sebagai aktor utama, turun temurun serta terus menerus belajar dan beradaptasi untuk bertahan hidup. Proses inilah menjadi nilai kekayaan budaya pesisir yang berbeda-beda di Indonesia secara khusus pada lingkup yang kita sebut sebagai perikanan skala kecil.  

foto ilustrasi 2: aktivitas nelayan desa Bahoi, Likupang Barat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, karya Agustinus Wijayanto

Membicarakan perikanan skala kecil, berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2022 jumlah kelompok nelayan skala kecil di Indonesia sangat besar dan dominan, mencakup sekitar 75% hingga 80% dari total nelayan dengan jumlah 2,4 juta jiwa nelayan. Definisi nelayan kecil juga tertuang dalam UU Nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam tertulis bahwa nelayan kecil adalah nelayan yang melakukan penangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik yang tidak menggunakan kapal penangkap ikan maupun yang menggunakan kapal penangkap ikan berukuran paling besar 10 gros ton. Istimewanya berdasarkan luasan Indonesia dua pertiga wilayahnya merupakan laut, samudra yang kita miliki sebagai negara maritim, adalah sumber pangan, energi, transportasi, dan keanekaragaman hayati yang luar biasa berlimpah. Kelimpahan berkah akan sumber pangan dan keanekaragaman hayati menjadikan kita terlena akan nilai konservasi. Dari sinilah mari kita bersama melangkah untuk menjaga serta melestarikan pengelolaan laut yang berkelanjutan. Mulai dari perubahan nyata pada tata kelola, teknologi, dan sosial perikanan skala kecil di Indonesia.  

Wujud nyata dari aksi ini bukan terlihat dari tebalnya dokumen yang dicetak namun pada perubahan langsung yang dirasakan nelayan secara khusus pada tingkat desa-desa pesisir. Contohnya, pendapatan yang lebih pasti, hasil tangkapan ikan berkelanjutan, keselamatan kerja para nelayan, pemulihan ekosistem dan ketahanan pangan semakin meningkat. Dalam hal ini pemberdayaan nelayan perikanan skala kecil bukan hanya tentang peningkatan penangkapan ikan, tetapi juga perlindungan sosial serta pengembangan alternatif mata pencaharian dengan pendekatan energi terbarukan untuk menghadapi perubahan iklim dan dinamika ekonomi. 

Aksi nyata ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, mitra pembangunan, akademisi, dan komunitas nelayan dengan harapan menjadi motor penggerak menuju laut yang produktif, sehat dan berkeadilan. Perubahan menuju ekonomi berkelanjutan ini bukan hanya sekedar melindungi sumber daya laut, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat pesisir sebagai penjaga garis depan laut Indonesia menjadi penerima manfaat utama yang tetap berdaya untuk generasi selanjutnya. Perikanan skala kecil memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, mendukung ketahanan pangan lokal dan ekonomi biru yang berkelanjutan, yang berbeda dengan fokus efisiensi industri besar. Sejalan dengan judul tulisan ini berkaitan dengan filosofi lentera tentang cahaya, harapan, pencerahan serta petunjuk dalam kegelapan. Perikanan skala kecil adalah cahaya, harapan, serta pencerahan akan karakter murni dari ketahanan dan keberlanjutan konservasi laut Indonesia. 

 

YAPEKA

YAPEKA

YAPEKA is a non-profit organization engaged in Community Empowerment and Nature Conservation.

About Us

YAPEKA
YAPEKA

YAPEKA is a non-profit organization engaged in Community Empowerment and Nature Conservation.

Contact Us

We are very open to suggestions, advice, and critiques. If you have any further questions, please feel free to ask.