Modul Pembelajaran

Home > Media Pembelajaran > Modul Pembelajaran

Media Pembelajaran

Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan

Modul Pembelajaran

Modul Pelatihan Pemulihan Terumbu Karang di Perairan Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

Modul Pemulihan Terumbu Karang Ini Merupakan Panduan Bagi

Pemerintahan Desa/Kampung Agar Dapat Merencanakan, Menganggarkan,

Dan Melaksanakan Pemulihan Terumbu Karang Dengan Berorientasi Bagi

Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Laut Dan Pengelolaan Wilayah Pesisir Laut

Secara Lestari Dan Berkelanjutan Sesuai Dengan Sdgs Desa Dan Mengacu

Pada Sistem Keuangan Desa

Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kabupaten Sumba Timur

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Materi Pengembangan Budidaya Rumput Laut

Pemandu Ekowisata

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat Secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Pencegahan Hasil Tangkapan Samping Perikanan (Bycatch) dengan Menggunakan alat Pisces

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat Secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Pengolahan Rumput Laut dan Hasil Perikanan

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Rehabilitasi Terumbu Karang bagi Kelompok Masyarakat

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Bergandengan Melindungi

Bersama Melindungi: YAPEKA untuk Pemberdayaan dan Konservasi Alam.

Community and Tiger Conservation: Community-based forest monitoring in Rimbang Baling Wildlife Reserve-Riau, Indonesia

Rimbang Baling Wildlife Reserve (RBWR) with a total area of about 141.226 Hectares is known as a long-term priority Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae) landscape globally. The Central Sumatra area has received national status as part of the national strategic areas. It is important for the long-term survival of Sumatran tigers as it serves as both a tiger source site and a critical linkage for tiger movement in the region.

Berikutnya

Taiwan Dukung Indonesia Implementasikan Gaya Hidup Go Green

Pemanasan global telah menjadi isu mendesak bagi Indonesia, dengan dampak yang meliputi naiknya permukaan laut, gangguan ekosistem, dan fenomena cuaca ekstrem. Pemerintah Indonesia merespons dengan berbagai kebijakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, seperti komitmen dalam Paris Agreement untuk menurunkan emisi sebesar 29% pada tahun 2030 dan program rehabilitasi hutan serta lahan gambut.

Berikutnya

Diskusi Program ITHCP Fase III IUCN – Konsorsium KERABAT – BBKSDA Riau.

Pekanbaru 10 September 2024, telah dilaksanakan pertemuan dan diskusi lebih lanjut terkait dengan kunjungan kerja antara International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan Konsorsium KERABAT dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membicarakan perkembangan program Integrated Tiger Habitat Conservation Programme* (ITHCP) fase ke 3 di kantor BBKSDA Riau, Pekanbaru, Riau.

Berikutnya

Kolaborasi Berkelanjutan dalam Global Dialogue on Sustainable Ocean Development

YAPEKA turut berpartisipasi dalam perhelatan Global Dialogue on Sustainable Ocean Development. Acara ini yang menjadi sarana Kolaborasi, pertukaran pengetahuan antar peserta dari berbagai negara yang mewakili Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM, dan Pakar serta Masyarakat turut berpartisipasi juga dalam acara ini, yang merupakan wadah pertukaran pengetahuan antar peserta dari berbagai negara yang mewakili Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM, dan Pakar serta Masyarakat

Berikutnya