Buku

Buku

Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan

Komitmen dan Kesepakatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Rimbang Baling

Komitmen dan Kesepakatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Peningkatan Kegiatan Pelayanan Pariwisata di Rimbang Baling

Katalog Blue Menu

Kumpulan Paket-Paket Kegiatan Desa yang Mendukung Pelestarian Wilayah Pesisir Laut

Komik Batra

Kegiatan Penyuluhan ke sekolah sekolah dasar tentang perlindungan kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai habitat Badak Sumatra

Bergandengan Melindungi

Bersama Melindungi: YAPEKA untuk Pemberdayaan dan Konservasi Alam.

VOLUNTER YAPEKA (Closed)

YAPEKA merupakan lembaga non-profit memiliki spesialisasi konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat. Mengenalkan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia melalui aktivitas kegiatan alam terbuka dalam berbagai bentuk untuk membangun kesadaran akan pentingnya kelestarian.

Berikutnya

Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua

Kelabba Madja adalah tebing batu eksotis yang terbentuk secara alami selama puluhan bahkan ratusan tahun. Saat berkunjung ke lokasi ini, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan tebing batu berwarna – warni.

Berikutnya

Ritual Adat Ekskavasi Kerangka Paus

Tim dalam melakukan penggalian atau ekskavasi tak luput dengan kearifan lokal yang ada, yang sebelum melakukan penggalian terlebih dahulu melaksanakann ritual adat untuk meminta izin kepada leluhur agar pekerjaan lancar hingga proses penyelesaian akhir

Berikutnya

Open Recruitment Community Organizer Projek Gurita – Sulawesi Utara

YAPEKA sebuah organisasi nirlaba yang berdiri sejak tahun 2004 dan berbasis di Bogor, Jawa Barat. Kami memfokuskan diri pada kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat dan konservasi alam dalam mendorong peningkatan mata pencaharian berkelanjutan, baik di darat maupun di pesisir/laut. Kami telah bekerja bersama masyarakat tingkat tapak di banyak daerah di Indonesia, diantaranya di Sulawesi Utara, Riau, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur untuk pengelolaan sumber daya alam secara lestari berbasis masyarakat.

Berikutnya

“Ecoprint”

Warna warni yang dihasilkan berasal dari bahan alami, terutama dedaunan yang bahannya tersedia di pekarangan rumah warga @desawisata_alamendah .

Berikutnya

Diskusi Program ITHCP Fase III IUCN – Konsorsium KERABAT – BBKSDA Riau.

Pekanbaru 10 September 2024, telah dilaksanakan pertemuan dan diskusi lebih lanjut terkait dengan kunjungan kerja antara International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan Konsorsium KERABAT dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membicarakan perkembangan program Integrated Tiger Habitat Conservation Programme* (ITHCP) fase ke 3 di kantor BBKSDA Riau, Pekanbaru, Riau.

Berikutnya