
Menyelaraskan Kepentingan Konservasi dan Pembangunan Desa
Bertepatan 29 Juli 2022 sebagai Hari Harimau Sedunia Sejak masa transisi abad ke 19 menuju abad ke 20, Sumatera mulai dipandang sebagai tanah harapan baru, sejak perang Jawa usai, pemerintah
Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan
Komitmen dan Kesepakatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Peningkatan Kegiatan Pelayanan Pariwisata di Rimbang Baling
Kumpulan Paket-Paket Kegiatan Desa yang Mendukung Pelestarian Wilayah Pesisir Laut
Kegiatan Penyuluhan ke sekolah sekolah dasar tentang perlindungan kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai habitat Badak Sumatra
Bersama Melindungi: YAPEKA untuk Pemberdayaan dan Konservasi Alam.

Bertepatan 29 Juli 2022 sebagai Hari Harimau Sedunia Sejak masa transisi abad ke 19 menuju abad ke 20, Sumatera mulai dipandang sebagai tanah harapan baru, sejak perang Jawa usai, pemerintah

Selasa, 6 Juli 2024, YAPEKA memaparkan realisasi dan capaian kerjasama kegiatan 2023/2024 di Kantor Balai Besar KSDA Riau. Dilanjutkan pembahasan kegiatan dengan melanjutkan kegiatan pada kedua ruang lingkup di atas. Adanya dukungan pencapaian ruang lingkup tersebut, diharapkan mampu memperkuat perlindungan SMBRBB dan penguatan mata pencaharian masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam secara arif dan bijaksana. Kegiatan ini juga melibatkan INDECON dan FHK dalam konsorsium KERABAT.

Cerita tentang tradisi dengan alam, kami berkomunikasi dengan alam sekitar agar kampung kami dilindungi dari malapetaka di darat dan di sungai
Kampung Adat Namata berada di Kecamatan Sabu Barat, tepatnya Desa Raeloro. Wisatawan bisa berkendara selama 20 menit, sekitar 4 Km dari Seba, ibu kota Kabupaten Sabu Raijua. Di kampung adat

Dalam tesis Dina (2021), terdapat 5 domain terkait animal welfare Dugong yang diteliti yaitu domain lingkungan, domain nutrisi, domain kesehatan, domain perilaku interaksi, dan domain kesehatan mental. Pengambilan data dilakukan di Desa Bahoi, Tarabitan, Bulutui dan Gangga Satu, Kec. Likupang Barat, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Secara keseluruhan, dugong yang teramati masuk dalam kategori sejahtera. Ditinjau dari banyaknya perjumpaan jejak makan dugong di lokasi penelitian. Keberadaan feeding trail membuktikan bahwa dugong merasa aman dan nyaman saat makan di area padang lamun.

Radio Komunitas Subayang, bukan hanya tempat untuk penyiaran berita lewat radio saja, tetapi menjadi ruang publik bagi masyarakat sekitar SM. Bukit Rimbang Baling yang merupakan habitat Datuk (Harimau)
Kampung Adat Namata berada di Kecamatan Sabu Barat, tepatnya Desa Raeloro. Wisatawan bisa berkendara selama 20 menit, sekitar 4 Km dari Seba, ibu kota Kabupaten Sabu Raijua. Di kampung adat

Oleh: YAPEKA Lamun Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam upaya konservasi

Berlangsung sejak November 2025, YAPEKA mendorong inisiatif Blue Economy Empowerment through Sustainable
Membantu Pemberdayaan Masyarakat dan Melestarikan Alam sebagai Relawan bersama YAPEKA!
Mengenalkan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia melalui aktivitas kegiatan di masyarakat dan lingkungan guna membangun kesadaran akan pentingnya kelestarian dan kelangsungan hidup keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Dapatkan informasi terbaru dari kami
2023 Yapeka. All rights reserved.