Modul Pembelajaran

Home > Media Pembelajaran > Modul Pembelajaran

Media Pembelajaran

Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan

Modul Pembelajaran

Modul Pelatihan Pemulihan Terumbu Karang di Perairan Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

Modul Pemulihan Terumbu Karang Ini Merupakan Panduan Bagi

Pemerintahan Desa/Kampung Agar Dapat Merencanakan, Menganggarkan,

Dan Melaksanakan Pemulihan Terumbu Karang Dengan Berorientasi Bagi

Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Laut Dan Pengelolaan Wilayah Pesisir Laut

Secara Lestari Dan Berkelanjutan Sesuai Dengan Sdgs Desa Dan Mengacu

Pada Sistem Keuangan Desa

Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kabupaten Sumba Timur

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Materi Pengembangan Budidaya Rumput Laut

Pemandu Ekowisata

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat Secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Pencegahan Hasil Tangkapan Samping Perikanan (Bycatch) dengan Menggunakan alat Pisces

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat Secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Pengolahan Rumput Laut dan Hasil Perikanan

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Rehabilitasi Terumbu Karang bagi Kelompok Masyarakat

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu

Bergandengan Melindungi

Bersama Melindungi: YAPEKA untuk Pemberdayaan dan Konservasi Alam.

Lubuk Larangan

Lubuk larangan merupakan cerita nyata, kearifan lokal menjaga kelestarian lingkungan hingga saat ini

Berikutnya

Seni Nada Masyarakat Rimbang Baling

Meskipun menyandang status sebagai daerah suaka margasatwa, Rimbang Baling juga menopang kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Memiliki beberapa kesenian turun – temurun yang masih terjaga, yang biasa diadakan pada moment khusus.

Berikutnya

Titik lokasi budaya Sabu Raijua

Kampung Adat Namata berada di Kecamatan Sabu Barat, tepatnya Desa Raeloro. Wisatawan bisa berkendara selama 20 menit, sekitar 4 Km dari Seba, ibu kota Kabupaten Sabu Raijua. Di kampung adat

Berikutnya