Titik Pengamatan Biota Laut dan fasilitas moda transportasi
titik keberadaan Biota laut khas dengan fasilitas moda transportasi
Home > Jurnal dan Karya Ilmiahi
Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan
2025, By Akbar A. Digdo, Adolphe O. Debrot, Elisabeth Astari, Bella R. Arinda, Ren. J. H. G. Henkens
By A Wijayanto, P Wibowo, N Sudarno, Erwin Wilianto, T Cahyono, A A Digdo, U Holisudin, A H Siregar
By A A Digdo, A Wijayanto, T Cahyono, A Y Nudesia, H Siswanto
By By Satriani, I Zulhamsyah, F Kurniawan, Perdinan, A A Digdo
By A A Digdo, E Astari, Bella R Arinda, T Cahyono
By S Fuja Arsita, D Ario, K Majariana
By By Satriani, I Zulhamsyah, F Kurniawan, Perdinan, A A Digdo
By Satriani, I Zulhamsyah, F Kurniawan, Perdinan, A A Digdo
By V A Wicaksono, A M Nasution, A R Putriraya, and A A Digdo
By T S A Meidina, MM Kamal, F Kurniawan, H S Darusman and A Digdo
The project successfully implemented a new collaborative approach to shallow water seagrass mapping, which has been widely shared with local stakeholders and scientists. The approach has the capacity to contribute to the globally standardized seagrass assessment, which is required throughout much of the dugong’s range
The Coral Triangle Initiative (CTI), a multilateral partnership between Indonesia, Malaysia, Philippines, Timor-Leste, Papua New Guinea, and Solomon Islands aims to protect marine resources (including dugongs) within the biodiverse region. CTI has recently been using citizen science in dugong population monitoring in the Lease Islands (Coral Triangle Center 2023).
Kajian mengenai sosio-ekologi, ekonomi, dan budaya serta kawasan konservasi perairan berbasis masyarakat di pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe ini bertujuan untuk menggali potensi ekologi, sosial, ekonomi, dan budaya wilayah tersebut. Kajian ini juga mengidentifikasi strategi efektif untuk pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Pendekatan berbasis masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan ekonomi dan sosial di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
By Bart Martijn van Woerden
By Andronicus
Bersama Melindungi: YAPEKA untuk Pemberdayaan dan Konservasi Alam.
titik keberadaan Biota laut khas dengan fasilitas moda transportasi

Menikmati keindahan alam dengan beragam cara, salah satunya bersepeda dengan melalui berbagai aktivitas kehidupan di @desawisata_alamendah.

Siklon seroja tahun 2021, tidak hanya memberikan kerusakan terhadap kehidupan manusia, berdampak negatif juga terhadap ekositem terumbu karang di Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hal tersebut YAPEKA bersama Society of Entrepreneurs and Ecology (SEE) bekerjasama dalam program restorasi terumbu karang dengan pendanaan Hibah Proyek Blue Partnership Action Fund (BPAF).

Berdekatan dengan Hari Kelautan Nasional di tanggal 02 Juli 2022, bermitra dengan pemerintah prov. NTT, @bkkpn.kupang dan @pln_ntt melakukan kegiatan bersama pada tanggal 30 Juni 2022 Transplantasi Terumbu Karang dan bersih pantai di Pantai Oesina Kupang.

Melalui momentum Global Tiger Day tahun ini, kita perlu melihat sejauh mana efektivitas dari berbagai intervensi yang diberikan untuk pengelolaan habitat dan populasi harimau sumatera. Identifikasi celah, tantangan dan pembelajaran perlu dilakukan untuk menciptakan rencana kerja kedepan agar mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap populasi harimau sumatera. Komitmen para pihak dalam memberikan dukungan yang berkelanjutan juga menjadi bagian penting untuk menjamin program program konservasi dapat berjalan secara efektif dan kolaboratif.

Mempertemukan beragam pihak tentang Konsep Kolektif Aksi Iklim dan Sistem Registrasi Nasional Tentang Pengurangan Emisi di Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini

Tradisi, Budaya, dan Kehidupan Sehari-hari
Bagi masyarakat Hulu Sungai Subayang, fenomena “Ikan Main” bukan hanya momen mencari ikan. Sebaliknya, ini adalah tradisi Subayang yang erat kaitannya dengan budaya lokal sungai dan kehidupan sehari-hari. Hasil tangkapan biasanya dikonsumsi langsung oleh keluarga. Sementara itu, sebagian lainnya dijual untuk menambah penghasilan.
Oleh: YAPEKA Ekosistem lamun merupakan salah satu aset penting bagi wilayah pesisir.

Oleh: YAPEKA Lamun Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam upaya konservasi
Membantu Pemberdayaan Masyarakat dan Melestarikan Alam sebagai Relawan bersama YAPEKA!
Mengenalkan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia melalui aktivitas kegiatan di masyarakat dan lingkungan guna membangun kesadaran akan pentingnya kelestarian dan kelangsungan hidup keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Dapatkan informasi terbaru dari kami
2023 Yapeka. All rights reserved.