Adaptasi Kebiasaan Baru Ekowisata di Rimbang Baling

By in , ,
29
Adaptasi Kebiasaan Baru Ekowisata di Rimbang Baling

Kondisi COVID-19 ini membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor perekonomian masyarakat termasuk dalam pariwisata, salah satunya di sekitar Rimbang Baling-Riau. Atas kondisi COVID-19 ini, diperlukan adaptasi kebiasaan baru dengan langkah-langkah antisipatif guna memperbaiki ekonomi masyarakat sekitar hutan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan pembekalan dan pendampingan pemanfaatan jasa lingkungan melalui wisata alam kepada masyarakat di Desa Tanjung Belit, sekitar Rimbang Baling.

Konsorsium IMBAU dalam program ITHCP yang didukung oleh IUCN/KfW melakukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam kegiatan pemandu wisata alam kepada Dubalang. Dubalang akan menjalankan tugas sebagai pengelola kawasan hutan adat sekaligus dalam pemanfaatan jasa lingkungan menjadi pemandu kegiatan wisata alam.  Hutan larangan adat merupakan salah satu bagian dari hutan yang ada di Kawasan Rimbang Baling yang pengawasan dan pemanfaatannya dikuasai dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat adat yang ada di Desa Tanjung Belit. Dubalang merupakan warga yang ditunjuk secara adat oleh Ninik mamak sebagai pengelola dan pengawas Hutan Larangan Adat.

Gambar 1. Pematerian pelatihan kepemanduan wisata alam dan pengelolaan sumber daya alam.

Pembekalan kepada Dubalang sangat diperlukan melalui pelatihan yang dilaksanakan pada 6-8 Maret 2021 di Gawai, Desa Tanjung Belit. Materi pelatihan untuk anggota Dubalang lebih khusus penekanannya pada teknik pemanduan di alam yang sekaligus dapat memberikan penjelasan tentang  kekayaan keanekaragam hayati hutan larangan adat serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Gambar 2. Uji coba interpretasi jalur wisata oleh Dubalang.

Materi pelatihan merupakan pemaduan dasar yang meliputi (1) Dasar-dasar Pemanduan Ekowisata (2) Teknik Pemanduan Ekowisata (3) Dasar-dasar Pelayanan (4) Prosedur Keselamatan (5) Pariwisata masa Covid 19 (6) Praktek Pemanduan. Pelatihan ini menggunakan pendekatan partisipasif dari peserta, sehingga peserta dapat menyerap pelajaran tidak hanya dari mendengar tetapi juga dari melakukan. Sebagian materi materi disajikan melalui paparan oleh pengajar, sebagian  diberikan dalam bentuk diskusi, simulasi dan  praktik. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Dubalang, Pokdarwis Batu Dinding Tanjung Belit, Pemuda Aur Kuning  dan perwakilan Forum Masyarakat Batang Subayang-Sungai Bio.

Uji Coba Paket Wisata

Selain itu, pada tanggal 13 februari 2021 diadakan Uji paket wisata Rimbang baling, yaitu jelajah Sungai Subayang selama satu hari dengan melakukan berbagai aktivitas air. Uji coba paket wisata ini dilakukan bersama dubalang adat, forum  dan tamu dari Pekanbaru, tentunya tidak lepas dengan protokol COVID-19 dalam pelaksaanaan. 

Gambar 3. Uji coba paket wisata di Rimbang Baling.

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
54321
(1 vote. Average 5 of 5)
Translate »