
Mangrove untuk Bumi
23 Juli 2022, momen bersama yang tak lama berselang di tanggal 26 Juli bertepatan “Hari Mangrove Sedunia” dengan tema Konservasi Ekosistem Mangrove
Home > Journals And Scientific Works
Empowering communities is the key to creating sustainable change
2025, By Akbar A. Digdo, Adolphe O. Debrot, Elisabeth Astari, Bella R. Arinda, Ren. J. H. G. Henkens
By A Wijayanto, P Wibowo, N Sudarno, Erwin Wilianto, T Cahyono, A A Digdo, U Holisudin, A H Siregar
By A A Digdo, A Wijayanto, T Cahyono, A Y Nudesia, H Siswanto
By A Y Nudesia, A A Digdo, T Cahyono, A Wijayanto
By A A Digdo, E Astari, Bella R Arinda, T Cahyono
By S Fuja Arsita, D Ario, K Majariana
By By Satriani, I Zulhamsyah, F Kurniawan, Perdinan, A A Digdo
By Satriani, I Zulhamsyah, F Kurniawan, Perdinan, A A Digdo
By V A Wicaksono, A M Nasution, A R Putriraya, and A A Digdo
By T S A Meidina, MM Kamal, F Kurniawan, H S Darusman and A Digdo
The project successfully implemented a new collaborative approach to shallow water seagrass mapping, which has been widely shared with local stakeholders and scientists. The approach has the capacity to contribute to the globally standardized seagrass assessment, which is required throughout much of the dugong’s range
The Coral Triangle Initiative (CTI), a multilateral partnership between Indonesia, Malaysia, Philippines, Timor-Leste, Papua New Guinea, and Solomon Islands aims to protect marine resources (including dugongs) within the biodiverse region. CTI has recently been using citizen science in dugong population monitoring in the Lease Islands (Coral Triangle Center 2023).
Kajian mengenai sosio-ekologi, ekonomi, dan budaya serta kawasan konservasi perairan berbasis masyarakat di pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe ini bertujuan untuk menggali potensi ekologi, sosial, ekonomi, dan budaya wilayah tersebut. Kajian ini juga mengidentifikasi strategi efektif untuk pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Pendekatan berbasis masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan ekonomi dan sosial di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
By Bart Martijn van Woerden
By Andronicus
Protecting Together: YAPEKA for Empowerment and Nature Conservation.

23 Juli 2022, momen bersama yang tak lama berselang di tanggal 26 Juli bertepatan “Hari Mangrove Sedunia” dengan tema Konservasi Ekosistem Mangrove

Kami mengundang anda untuk berpartisipasi dalam kampanye “Go Green with Taiwan”! Ajukan ide inovatif Anda dengan memanfaatkan produk Go Green dari Taiwan untuk menciptakan lingkungan dan ekonomi yang lebih baik.

Dalam tesis Dina (2021), terdapat 5 domain terkait animal welfare Dugong yang diteliti yaitu domain lingkungan, domain nutrisi, domain kesehatan, domain perilaku interaksi, dan domain kesehatan mental. Pengambilan data dilakukan di Desa Bahoi, Tarabitan, Bulutui dan Gangga Satu, Kec. Likupang Barat, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Secara keseluruhan, dugong yang teramati masuk dalam kategori sejahtera. Ditinjau dari banyaknya perjumpaan jejak makan dugong di lokasi penelitian. Keberadaan feeding trail membuktikan bahwa dugong merasa aman dan nyaman saat makan di area padang lamun.

Pekanbaru 10 September 2024, telah dilaksanakan pertemuan dan diskusi lebih lanjut terkait dengan kunjungan kerja antara International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan Konsorsium KERABAT dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membicarakan perkembangan program Integrated Tiger Habitat Conservation Programme* (ITHCP) fase ke 3 di kantor BBKSDA Riau, Pekanbaru, Riau.

Dengan judul “Pemodelan Socio – ekologi pada ekosistem Lamun di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara” oleh : Citra Septiani, S.Si, M.Res, Mahasiswa, Newcastle University, London, UK

Ekosistem karbon biru adalah ekosistem pesisir yang menyimpan karbon dalam jumlah besar dalam biomassa dan sedimennya. Ekosistem ini meliputi hutan bakau, padang lamun, dan rawa gambut laut (tidal salt marsh). Di Indonesia kita bisa menjumpai dua ekosistem karbon biru yaitu hutan bakau dan padang lamun. Melihat manfaat, keberadaan dan potensi ekosistem bakau maupun lamun yang berpotensi besar dalam menyumbang simpanan ekosistem karbon biru di Indonesia.

9 Februari 2022, bersama masyarakat desa Naikean, Kab. Kupang, Nusa Tenggara Timur. Melakukan pelatihan untuk meningkatkan nilai bahan apa yang ada di sekitar lingkungan desanya, salah satunya Bawang Merah.

Tentang YAPEKA YAPEKA adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada konservasi alam, pendidikan

YAPEKA adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada konservasi alam, pendidikan lingkungan, dan
Empower Communities and Conserve Nature as a Volunteer with YAPEKA!
Introducing nature and biodiversity in Indonesia through community and environmental activities to raise awareness about the importance of conserving and sustaining its rich biodiversity for the present and future generations.
Stay updated with the latest information from us
2026 Yapeka. All rights reserved.