Journals and Scientific Works

Home > Journals And Scientific Works

Journals and Scientific Papers

Empowering communities is the key to creating sustainable change

Jurnal

Using Gray Literature and Social Media Records to Help Identify Population Hotspots and Conservation Priorities for the Vulnerable Dugong, Dugong dugon (Mùˆller, 1776) in Indonesia

2025, By Akbar A. Digdo, Adolphe O. Debrot, Elisabeth Astari, Bella R. Arinda, Ren. J. H. G. Henkens

Advancing collaborative management in Bukit Rimbang Baling Wildlife Reserve, Riau, Indonesia.

By A Wijayanto, P Wibowo, N Sudarno, Erwin Wilianto, T Cahyono, A A Digdo, U Holisudin, A H Siregar

The ability to meet 2100-calorie intake to identify economic gap in Rimbang Baling.

By  By Satriani, I Zulhamsyah, F Kurniawan, Perdinan, A A Digdo

The use of drones and Artificial Intelligence for dugong sighting detection in a limited resource scenario

By  A A Digdo, E Astari, Bella R Arinda, T Cahyono

Understanding the socio-ecological system of small-scale octopus fisheries in North Minahasa to achieve sustainable certification

By V A Wicaksono, A M Nasution, A R Putriraya, and A A Digdo

Seagrass diversity and dugong observation in North Minahasa Regency, North Sulawesi

By T S A Meidina, MM Kamal, F Kurniawan, H S Darusman and A Digdo

Karya Ilmiah

Chapter 7 : Maritime Southeast Asia

The project successfully implemented a new collaborative approach to shallow water seagrass mapping, which has been widely shared with local stakeholders and scientists. The approach has the capacity to contribute to the globally standardized seagrass assessment, which is required throughout much of the dugong’s range

 

The Coral Triangle Initiative (CTI), a multilateral partnership between Indonesia, Malaysia, Philippines, Timor-Leste, Papua New Guinea, and Solomon Islands aims to protect marine resources (including dugongs) within the biodiverse region. CTI has recently been using citizen science in dugong population monitoring in the Lease Islands (Coral Triangle Center 2023).

Kajian Mengenai Sosio-Ekologi, Ekonomi, Dan Budaya Serta Kawasan Konservasi Perairan Berbasis Masyarakat Di Pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe

Kajian mengenai sosio-ekologi, ekonomi, dan budaya serta kawasan konservasi perairan berbasis masyarakat di pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe ini bertujuan untuk menggali potensi ekologi, sosial, ekonomi, dan budaya wilayah tersebut. Kajian ini juga mengidentifikasi strategi efektif untuk pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Pendekatan berbasis masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan ekonomi dan sosial di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Establishing a baseline for coral reef status at the Sangihe islands, Indonesia

By Bart Martijn van Woerden

Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kawasan Pesisir Desa Bahoi, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara

By Andronicus

Join Hands To Protect

Protecting Together: YAPEKA for Empowerment and Nature Conservation.

Api Semangat Rimbang Baling

Biogas menjadi energi alternatif bagi masyarakat saat ini, ditengah sering naiknya harga tabung gas elpiji saat ini, api biru menjadi semangat untuk menghidupkan aktivitas dapur

More info

Wisata Tebing dan Gua Sabu Raijua

Kelabba Madja adalah tebing batu eksotis yang terbentuk secara alami selama puluhan bahkan ratusan tahun. Saat berkunjung ke lokasi ini, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan tebing batu berwarna – warni.

More info

Open Volunteer Asisten Riset Pemetaan Dugong (Closed)

YAPEKA membuka kesempatan untuk kawan-kawan yang tertarik belajar bersama masyarakat serta mengaplikasikan ilmu dalam kegiatan Volunter YAPEKA di bidang Pemetaan Dugong. Dalam mendukung pemetaan dugong, YAPEKA membuka kesempatan bagi mahasiswa/fresh graduate untuk terlibat dalam pemetaan ini sebagai Volunter Asisten Riset Pemetaan Dugong.

More info

LENTERA PERIKANAN SKALA KECIL

Oleh: Pius Erlangga. Media Outreach Project Blue SUN SSF foto ilustrasi 1: perahu tertambat di Pantai Tanjung Kramat, Gorontalo, karya Kaulina Silvitiani   Nenek moyangku seorang pelaut. Gemar mengarung luas samudra.

More info