Memetakan wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim

By in ,
8
Memetakan wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim

Masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap sumber daya alam di sekitarnya untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-harinya. Wilayah yang kaya akan sumber daya alam ini meliputi laut dan darat. Namun demikian, dampak perubahan iklim yang terjadi di akhir-akhir ini, seperti banjir di Desa Sakubatun, cuaca ekstrim, kekeringan di hampir semua kabupaten di NTT, sudah menjadi kegelisahan bagi masyarakat. Sehingga diperlukan langkah-langkah dalam perencanaan untuk menanggapinya dengan aksi perubahan iklim yang lebih sistematis dan nyata.

Peta potensi wilayah rentan terhadap perubahan iklim

Pemerintah (Pusat dan Daerah) telah melaksanakan berbagai terobosan dan upaya dalam menanggulangi bencana alam terkait. Untuk memperkuat program pemerintah dalam merespon perubahan iklim, YAPEKA bersama Koalisi Adaptasi dan Climate Finance Network (CFN) bermaksud mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi para pemangku kepentingan, berlokasi di Nemberala Kab. Rote Ndao .

Duduk satu meja memetakan potensi daerahnya

Beberapa fenomena bencana yang berkaitan dengan perubahan iklim pernah terjadi di wilayah ini, termasuk siklon seroja yang terjadi pada 2021. Maka dibutuhkan strategi dan upaya konkrit dan operasional untuk adaptasi dan mitigasi di wilayah ini.  Dari sudut pandang prioritas ketahanan iklim, terdapat dua hal penting yang akan memberikan dampak terjadinya perubahan iklim di wilayah ini, yaitu pada sektor pesisir dan kelautan dan sektor ketersediaan air bersih. 

Pada hari pertama, peningkatan kapasitas berfokus untuk memfasilitasi para pihak dalam mengidentifikasi potensi dan mimpi dari masing-masing pihak dalam merespon perubahan iklim. Potensi dan mimpi tersebut kemudian didiskusikan untuk menjadi mimpi bersama sekaligus pijakan awal dalam menyusun rencana strategis forum untuk perubahan iklim di Rote Ndao.

Salah satu sesi kegiatan hari pertama adalah bersama mengidentifikasi dengan memetakan wilayah rentan perubahan iklim bersama, seperti kebakaran, sampah serta kenaikan air laut manjadi diskusi untuk perencanaan awal penyusunan rencana strategis

Dokumentasi & Narasi oleh: Elisabeth Astari & Deden

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
54321
(0 votes. Average 0 of 5)
Translate »