Peningkatan kapasitas pemandu wisata desa dan interpreter ekowisata

By in ,
2
Peningkatan kapasitas pemandu wisata desa dan interpreter ekowisata

Dalam pengelolaan wisata desa tidak bisa terlepas dari sumber daya manusia yang ada di desa tersebut, untuk mengelola potensi desa dengan baik terutama dalam menerima tamu yang berkunjung untuk menikmati wisata desa dengan beragam potensi yang ada

Konsorsium @KanopiIndonesia@BISAIndonesia, dan #YAPEKA, saat ini tengah menjalankan pemberdayaan masyarakat dengan judul kegiatan “Mengurangi Tekanan Terhadap Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Dengan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dan Memberdayakan Desa Penyangga, Melalui Peningkatan Pariwisata Berkelanjutan Dan Praktik Peternakan Yang Lebih Baik”.

Gambar 1. Memberikan arahan kerja kelompok

Kegiatan difokuskan untuk peningkatan kapasitas pemandu wisata desa dan interpreter ekowisata di Desa Labuhan Ratu IX, Labuhan Ratu VI, Desa Braja Harjosari, dan kawasan @btn_waykambas, Supaya dapat memberikan pelayanan kepada wisatawan yang datang ke objek wisata di tiga desa penyangga kawasan TNWK.

Gambar 2. setiap kelompok bercerita potensi wisata desanya

Pelatihan pemandu wisata dan interpreter ekowisata diadakan selama tiga hari dari tanggal 28 – 30 Oktober 2022, berlokasi di Balai Desa Labuhan Ratu IX, melalui Training of Trainer (TOT).

Kegiatan melibatkan Tenaga Ahli ekowisata sebagai narasumber, dihadiri kurang lebih 12 orang dari 3 kelompok Koperasi Jasa Wisata dari Desa Labuhan Ratu VI, Labuhan Ratu IX, dan Braja Harjosari.

Pelaksananaan pelatihan meliputi Pretest–postest, pemberian materi, diskusi dan kerja kelompok, diharapkan dari hasil pelatihan calon pemandu dapat menyiapkan sebuah paket perjalanan wisata desa yang ramah dengan lingkungan.

Dokumentasi oleh : Mas Tarto, YAPEKA Lampung.

Bagikan artikel ini
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
54321
(0 votes. Average 0 of 5)
Translate »