
BIOAKUSTIK VOLUNTER (DUGONG) (Closed)
YAPEKA merupakan lembaga non-profit memiliki spesialisasi konservasi

YAPEKA merupakan lembaga non-profit memiliki spesialisasi konservasi

YAPEKA discovered a one-of-a-kind village on Batuwingkung Island, where over 90% of the fishers rely on shark fishing over generations. To better understand the operations of shark fishermen, merchants, and other stakeholders, we undertook a socioeconomic and environmental evaluation. We are also monitoring the catch at landing sites and assessing the catch trend with the support of local enumerators. We identified the species name, fishing effort, and fishing location, as well as the catch’s weight, length, and gender.

KERABAT Consortium, Led by YAPEKA work in BBKSDA Riau in collaboration with INDECON and FHK work in a unique area, where the remaining Sumatran tiger population is critically endangered (the IUCN RedList) and coexist with the local human population. This area, known as the Rimbang Baling landscape – with a Wildlife Reserve as its core area – is located in Riau Province, Sumatra Island of Indonesia. Part of the IUCN ITHCP Phase III supported by KfW, this project’s objective is to help the local community recognize the value of actively conserving Sumatran tigers while simultaneously improving their quality of life.
Conservation of Rimbang Baling Wildlife Reserve (RBWR) requires meaningful participation from diverse stakeholders, for example through conservation and sustainable livelihood aspects. Engaging the management authority, local governments and community who live inside and adjacent to RBWR are essential. Multi-layer collaborative approaches include central government, local government, village government and private sector.

Saat ini kami mencari jiwa-jiwa berkomitmen, tangguh, berbakat, memiliki rasa ingin tahu tinggi, berdedikasi dan bertanggung jawab untuk magang membantu kami dalam manajemen, analisis data perikanan, ekonomi perikanan dan potensi potensi ekowisata dari hasil survey lapangan YAPEKA.

YAPEKA merupakan lembaga non-profit memiliki spesialisasi konservasi

KWT Pulau Tongah saat ini, berupaya memproduksi barang kerajinan anyaman berbahan rotan, pandan, dan umbai yang merupakan sumber daya lokal. April 2023, konsorsium KERABAT memberikan coaching pengembangan produk kerajinan anyaman kepada KWT. Anyaman topi, nametag dan sampul buku berhasil dibuat saat proses coaching berlangsung.
YAPEKA merupakan lembaga non-profit yang bergerak dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam.
Kami sangat terbuka akan usul, saran, dan kritik. Bila ada pertanyaan lebih lanjut hubungi kami.
Membantu Pemberdayaan Masyarakat dan Melestarikan Alam sebagai Relawan bersama YAPEKA!
Mengenalkan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia melalui aktivitas kegiatan di masyarakat dan lingkungan guna membangun kesadaran akan pentingnya kelestarian dan kelangsungan hidup keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Dapatkan informasi terbaru dari kami
2023 Yapeka. All rights reserved.