
Lubuk Larangan
Lubuk larangan merupakan cerita nyata, kearifan lokal menjaga kelestarian lingkungan hingga saat ini
Home > Media Pembelajaran
Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat Secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat Secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Kumpulan Paket-Paket Kegiatan Desa yang Mendukung Pelestarian Wilayah Pesisir Laut
Kegiatan Penyuluhan ke sekolah sekolah dasar tentang perlindungan kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai habitat Badak Sumatra
By V A Wicaksono, A M Nasution, A R Putriraya, and A Digdo
By T S A Meidina, MM Kamal, F Kurniawan, H S Darusman and A Digdo
Kajian mengenai sosio-ekologi, ekonomi, dan budaya serta kawasan konservasi perairan berbasis masyarakat di pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe ini bertujuan untuk menggali potensi ekologi, sosial, ekonomi, dan budaya wilayah tersebut. Kajian ini juga mengidentifikasi strategi efektif untuk pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Pendekatan berbasis masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan ekonomi dan sosial di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
By Bart Martijn van Woerden
By Andronicus
Bersama Melindungi: YAPEKA untuk Pemberdayaan dan Konservasi Alam.

Lubuk larangan merupakan cerita nyata, kearifan lokal menjaga kelestarian lingkungan hingga saat ini

“Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam upaya perlindungan kawasan pesisir dan perikanan berkelanjutan di wilayah ini yang merupakan bagian dari kawasan pusat segitiga karang dunia,” kata Duta Besar Republik Federal Jerman, Ina Lepel dalam sambutannya.

Beliau bernama Maxi Lahading, seorang pria paruh baya kelahiran Sulawesi Utara yang tinggal di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara

Salah satu fungsi utama sebagai nursery Ikan atau tempat pemijahan beragam jenis ikan alami bagi nelayan, akan tetapi pemanfaatan yang berlebihan yang kurang ramah lingkungan menjadikan terumbu karang rusak juga karena faktor alam.

Ba nyare sudah tidak asing lagi bagi setiap masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang terdampak langsung dengan kegiatan pasang surut air laut

Tim Konsorsium beraudensi dengan lembaga pemerintah daerah diantaranya, Dinas Propinsi pariwisata Riau dan pengelola kawasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Riau

Musim hujan di sertai dengan kelembaban, seringkali datang beragam penyakit penyerta seperti flu, batuk, demam berdarah dan penyakit lainnya.

Oleh: YAPEKA Lamun Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam upaya konservasi

Berlangsung sejak November 2025, YAPEKA mendorong inisiatif Blue Economy Empowerment through Sustainable
Membantu Pemberdayaan Masyarakat dan Melestarikan Alam sebagai Relawan bersama YAPEKA!
Mengenalkan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia melalui aktivitas kegiatan di masyarakat dan lingkungan guna membangun kesadaran akan pentingnya kelestarian dan kelangsungan hidup keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Dapatkan informasi terbaru dari kami
2023 Yapeka. All rights reserved.