
Menyelaraskan Kepentingan Konservasi dan Pembangunan Desa
Bertepatan 29 Juli 2022 sebagai Hari Harimau Sedunia Sejak masa transisi abad ke 19 menuju abad ke 20, Sumatera mulai dipandang sebagai tanah harapan baru, sejak perang Jawa usai, pemerintah
Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan
Komitmen dan Kesepakatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Peningkatan Kegiatan Pelayanan Pariwisata di Rimbang Baling
Kumpulan Paket-Paket Kegiatan Desa yang Mendukung Pelestarian Wilayah Pesisir Laut
Kegiatan Penyuluhan ke sekolah sekolah dasar tentang perlindungan kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai habitat Badak Sumatra
Bersama Melindungi: YAPEKA untuk Pemberdayaan dan Konservasi Alam.

Bertepatan 29 Juli 2022 sebagai Hari Harimau Sedunia Sejak masa transisi abad ke 19 menuju abad ke 20, Sumatera mulai dipandang sebagai tanah harapan baru, sejak perang Jawa usai, pemerintah

Duyung (Dugong dugon), satu-satunya mamalia laut herbivora di Indonesia, saat ini menghadapi ancaman kepunahan. Hingga saat ini informasi populasi duyung di Indonesia masih sangat terbatas, meskipun upaya pemantauan sudah banyak dilakukan. WISDAM menawarkan harapan besar dalam konservasi biota laut. Hasil analisis UAV dengan WISDAM, berhasil medeteksi kemunculan dugong, penyu serta ikan pari selama pemantauan di wilayah perairan Sulawesi Utara. Dengan memanfaatkan AI, proses analisis data dapat dipercepat, memungkinkan pemantauan biodiversitas laut secara lebih efisien dan akurat secara spasial. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk diaplikasikan di wilayah lain di Indonesia, dalam upaya pemantauan biodiversitas laut lainnya seperti penyu, paus, lumba-lumba, pari, dan hiu.

Bermitra dengan pemerintah desa setempat, di tanggal 21 Juni 2022 mengadakan kegiatan pelatihan ekowisata, berfokus pada pembuatan SOP operasional Homestay untuk menyiapkan kelompok pemilik Homestay ketika menerima tamu

Naftali Salindeho, 50 tahun seorang nelayan yang juga ketua Pokmaswas desa Tarabitan, yang selalu mengedukasi bagi sesama warga maupun orang luar yang singgah didesanya

YAPEKA adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada konservasi alam, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas di Indonesia. Berkantor pusat di Bogor, YAPEKA bekerja bersama masyarakat di berbagai wilayah dengan

Warna warni yang dihasilkan berasal dari bahan alami, terutama dedaunan yang bahannya tersedia di pekarangan rumah warga @desawisata_alamendah .

Ekosistem karbon biru adalah ekosistem pesisir yang menyimpan karbon dalam jumlah besar dalam biomassa dan sedimennya. Ekosistem ini meliputi hutan bakau, padang lamun, dan rawa gambut laut (tidal salt marsh). Di Indonesia kita bisa menjumpai dua ekosistem karbon biru yaitu hutan bakau dan padang lamun. Melihat manfaat, keberadaan dan potensi ekosistem bakau maupun lamun yang berpotensi besar dalam menyumbang simpanan ekosistem karbon biru di Indonesia.

Memasuki babak baru dalam perjalanan kami, dengan bangga YAPEKA mengumumkan pengangkatan Topan

Tentang YAPEKA YAPEKA adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada konservasi alam, pendidikan
Membantu Pemberdayaan Masyarakat dan Melestarikan Alam sebagai Relawan bersama YAPEKA!
Mengenalkan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia melalui aktivitas kegiatan di masyarakat dan lingkungan guna membangun kesadaran akan pentingnya kelestarian dan kelangsungan hidup keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Dapatkan informasi terbaru dari kami
2026 Yapeka. All rights reserved.