
Sekilas Nelayan Gurita
Profesi sebagai nelayan yang telah di gelutinya selama 15 tahun, hingga saat ini masih aktif sebagai nelayan gurita
Home > Media Pembelajaran
Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat Secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat Secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu
Kumpulan Paket-Paket Kegiatan Desa yang Mendukung Pelestarian Wilayah Pesisir Laut
Kegiatan Penyuluhan ke sekolah sekolah dasar tentang perlindungan kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai habitat Badak Sumatra
By V A Wicaksono, A M Nasution, A R Putriraya, and A Digdo
By T S A Meidina, MM Kamal, F Kurniawan, H S Darusman and A Digdo
Kajian mengenai sosio-ekologi, ekonomi, dan budaya serta kawasan konservasi perairan berbasis masyarakat di pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe ini bertujuan untuk menggali potensi ekologi, sosial, ekonomi, dan budaya wilayah tersebut. Kajian ini juga mengidentifikasi strategi efektif untuk pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Pendekatan berbasis masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan ekonomi dan sosial di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
By Bart Martijn van Woerden
By Andronicus
Bersama Melindungi: YAPEKA untuk Pemberdayaan dan Konservasi Alam.

Profesi sebagai nelayan yang telah di gelutinya selama 15 tahun, hingga saat ini masih aktif sebagai nelayan gurita

Jumat, 30 September 2022, YAPEKA mendapat kehormatan menjadi dosen tamu atau narasumber di mata kuliah pilihan, Perencanaan Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Sumba yang terkenal sebagai destinasi eksotik budaya, geografis maupun laut dan pantainya menjadi salah satu faktor penggerak wisata khas di pulau NTT, salah satunya Kabupaten Sumba Timur. Desa Palanggay dan Napu merupakan salah satu destinasi wisata tersembunyi dengan pesona eksotiknya dikawasan Sumba Timur. POKDARWIS “Kambu Omang” yang diketuai Bpk. Yunus Ndapa, (Desa Palanggay) dan “Larawali” dibawah Bpk. Eka Setyawan Umbu Nangi (Desa Napu), sepakat untuk mengadakan penguatan kelembagaan yang kami fasilitasi melalui COREMAP-CTI TNP Laut Sawu di bulan Juli 2021.

Selasa 10 Februari 2026, YAPEKA menyelenggarakan acara rapat koordinasi sebagai tanda dimulainya proyek BLUE SUN SSF yang kami beri nama Workshop Kick off Meeting BLUE SUN SSF bertempat di Hotel

Sejak 26 Februari 2022, Masyarakat desa Bulutui, Kec. Likupang Barat, Kab. Minahasa Utara. Melakukan penutupan rumah Boboca, yang sebelumnya di buka selama sepekan atau 7 hari.

23 Juli 2022, momen bersama yang tak lama berselang di tanggal 26 Juli bertepatan “Hari Mangrove Sedunia” dengan tema Konservasi Ekosistem Mangrove

Pengelolaan perikanan gurita di desa ini telah dimulai sejak tahun 2022, dan belum memiliki Peraturan Desa sebagai dasar hukum kegiatan pengelolaan sumber daya alam pesisir di desa

Oleh: YAPEKA Lamun Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam upaya konservasi

Berlangsung sejak November 2025, YAPEKA mendorong inisiatif Blue Economy Empowerment through Sustainable
Membantu Pemberdayaan Masyarakat dan Melestarikan Alam sebagai Relawan bersama YAPEKA!
Mengenalkan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia melalui aktivitas kegiatan di masyarakat dan lingkungan guna membangun kesadaran akan pentingnya kelestarian dan kelangsungan hidup keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Dapatkan informasi terbaru dari kami
2023 Yapeka. All rights reserved.